Dasar Hukum, Tata Cara dan Konsekuensi Sumpah Lian

  • Whatsapp

Sumpah lian adalah sumpah yang diucapkan oleh suami istri karena salah satu dari mereka menuduh pasangannya melakukan perbuatan zina.

Sumpah ini merupakan alternatif pembebasan si penuduh dari hukuman dera. Manakala pihak penuduh tidak dapat mendatangkan 4 orang saksi untuk membuktikannya, maka ia didera sebanyak 80 kali cambukan.

Muat Lebih

Baca kembali dasar hukum sanksi menuduh zina.

Jika pihak tertuduh mengakui perbuatannya, maka ia dikenakan sanksi rajam sampai mati. Adapun sanksi terhadap selingkuhannya diperinci, ia dicambuk 100 kali cambukan jika gairu muhsan (belum menikah), dan dirajam jika muhsan (pernah / berstatus menikah).

Berdasarkan penjelasan di atas, pihak-pihak yang melakukan sumpah lian akan terbebas dari dua hal, yaitu:

Pertama, pihak penuduh bebas dari sangkaan bahwa dirinya berdusta, dan juga bebas dari sanksi had.

Kedua, Pihak tertuduh bebas dari tuduhan zina dan sanksi rajam.

Karena itu, jika pihak wanita mengucapkan sumpah lian, kemudian ada orang lain yang menuduh zina kepadanya, maka orang tersebut dikenakan sanksi had (dicambuk 80 kali).

Dalil Sumpah Lian

Ketentuan dan mekanismenya telah diuraikan dalam al-Qur’an surat An-Nur ayat 6 – 9:

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ

Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. (An-Nur: 6)

وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. (An-Nur: 7)

وَيَدْرَأُ عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta. (An-Nur: 8)

وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Dan (sumpah) yang kelima: bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar. (An-Nur: 9)

Mekanisme Sumpah

Sumpah lian diucapkan oleh pihak laki-laki dan perempuan, yang masing-masing melakukan 5 kali sumpah.

Sumpah Penuduh

Pertama di ucapkan oleh si penuduh terlebih dahulu. Dengan mengatakan “dirinya bersaksi dirinya tidak berdusta bahwa si tertuduh melakukan zina” sebanyak 4 kali pernyataan. Dan satu kali yang terakhir, ia menyatakan “laknat Allah akan jatuh kepadanya jika ia berdusta”

Berikut ilustrasi sumpah yang diucapkan pihak penuduh:

  1. Demi Allah, saya bersaksi apa yang saya katakan adalah benar bahwa dia “pihak tertuduh” telah berzina.
  2. Demi Allah, saya bersaksi apa yang saya katakan adalah benar bahwa dia “pihak tertuduh” telah berzina.
  3. Demi Allah, saya bersaksi apa yang saya katakan adalah benar bahwa dia “pihak tertuduh” telah berzina.
  4. Demi Allah, saya bersaksi apa yang saya katakan adalah benar bahwa dia “pihak tertuduh” telah berzina.
  5. Demi Allah, Allah melaknat saya jika saya berdusta.

Sumpah Tertuduh

Tidak jauh beda dengan pernyataan si penuduh, pihak tertuduh juga mengatakan hal sejenis.

  1. Demi Allah, saya bersaksi bahwa dia “pihak penuduh” telah berdusta.
  2. Demi Allah, saya bersaksi bahwa dia “pihak penuduh” telah berdusta.
  3. Demi Allah, saya bersaksi bahwa dia “pihak penuduh” telah berdusta.
  4. Demi Allah, saya bersaksi bahwa dia “pihak penuduh” telah berdusta.
  5. Demi Allah, Allah melaknat saya jika apa yang dia “pihak penuduh” katakan adalah benar.

Konsekuensi Sumpah Lian

Ada beberapa konsekuensi yang harus ditanggung dari sumpah lian, yaitu:

  1. Terjadi talak muabbad (talak selamanya), dan keduanya tidak dapat ruju.
  2. Nasab anak yang lahir akibat sumpah lian ini jatuh kepada pihak ibu (wanita). Sehingga pihak laki-laki tidak berkewajiban memberi nafkah.
  3. Hubungan waris hanya terjadi antara ibu dan anaknya (anak hasil tuduhan zina) tersebut. Keduanya tidak mewarisi kekayaan pihak laki-laki. Demikian juga sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 Komentar