Pengertian Status Terduga dan Terperiksa

Hukum acara di Indonesia mengenal istilah tersangka, terdakwa, dan terpidana. Namun tidak mengenal terduga dan terperiksa. Sayangnya, kedua istilah terakhir ini kerap digunakan oleh para penegak hukum.

Istilah terperiksa kerap dilontarkan aparat, terutama dalam kasus korupsi, dan kasus-kasus yang melibatkan pejabat / aparat.

Terduga kerap disematkan dalam kasus terorisme. Mirisnya, polisi menyatakan korban penembakan sebagai terduga teroris, bukan tersangka.

Daftar Istilah

Istilah-istilah penyebutan status pelaku oleh kepolisian:

  1. Terduga (masih dalam dugaan)
  2. Terperiksa (bila sudah diperiksa)
  3. Tersangka (status yang disematkan dalam proses penyidikan)
  4. Terdakwa (status ini dilontarkan dalam proses persidangan)
  5. Terpidana (status ini diberikan bila pelaku dinyatakan bersalah dalam putusan hakim)

Baca: perbedaan tersangka, terdakwa, dan terpidana

Dasar Hukum

Status terduga dan terperiksa tidak memiliki dasar hukum. Adapun status tersangka, terdakwa dan terpidana telah dirumuskan dalam KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana).

Ketentuan tersangka disebut dalam Pasal 1 angka 14 KUHAP: 

Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana.

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]

Bukti Permulaan yang dimaksud dalam Pasal 1 angka 14 KUHAP diatas tidak secara spesifik diatur dalam KUHAP.

Definisi tersebut diatur dalam Pasal 1 angka 21 Perkap No. 14 Tahun 2012 berikut:

“Bukti Permulaan adalah alat bukti berupa Laporan Polisi dan 1 (satu) alat bukti yang sah, yang digunakan untuk menduga bahwa seseorang telah melakukan tindak pidanasebagai dasar untuk dapat dilakukan penangkapan.”

Jadi, berdasarkan laporan polisi dan satu alat bukti yang sah maka seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka, serta dapat dilakukan penangkapan.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan berdasarkan alasan logis. Undang-undang Pasal 21 ayat (1) KUHAP mengatur bahwa penahanan dapat dilakukan terhadap tersangka jika menimbulkan kekhawatiran:

  1. tersangka akan melarikan diri,
  2. tersangka merusak atau menghilangkan barang bukti, dan/atau
  3. tersangka mengulangi tindak pidana.

[/su_note]

Undang-undang juga menyebut definisi Terdakwa dalam pasal  1 nomor 15 KUHAP:

Terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di sidang pengadilan.

Sedang status terpidana dapat difahami dari pasal 1 nomor 16 KUHAP berikut:

Terpidana adalah seorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

One thought on “Pengertian Status Terduga dan Terperiksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.