Unsur dan Saluran Kekuasaan dalam Tatanan Masyarakat

Kekuasaan yang kita jumpai dalam interaksi sosial memiliki beberapa unsur pokok. Unsur yang saya bicarakan ini merujuk pada bagaimana seseorang mencurahkan kepatuhannya terhadap orang yang dianggap berkuasa.

Bagaimana masyarakat memberi wewenang lebih kepada mereka? Dalam hal ini, saya rangkum menjadi 4 faktor penyebab diberikannya kekuasaan.

1. Rasa takut

Perasan takut seseorang dapat menimbulkan sikap kepatuhan kepada orang yang ia takuti. Orang yang takut juga meniru apa yang dilakukan oleh orang yang ditakutinya.

Rasa ini bersikap negatif, karena kepatuhan ini terjadi atas keterpaksaan.

2. Rasa cinta

Rasa ini dapat menghasilkan perbutan positif. Seseorang melakukan apa yang diminta oleh orang yang dicintainya. Kepatuhan ini terjadi bukan karena keterpaksaan, melainkan atas kehendaknya sendiri.

3. Kepercayaan

Dalam pemilihan umum, kita melihat bagaimana rakyat memberikan kepercayaan kepada kandidat tertentu. Mereka yang terpilih salah satunya disebabkan karena mayarakat percaya mereka dapat memimpin dengan baik.

4. Pemujaan

Seorang yang berwawasan luas, memiliki kekuatan, atau bahkan mempunyai keistimewaan tertentu kerap dielu-elukan. Orang seperti ini menjadi rujukan dan didengar oleh banyak orang.

Dalam sistem pemujaan, seorang yang dipuja masyarakat selalu dibenarkan, atau setidaknya ia dianggap benar.

Saluran Kekuasaan

Bila kita lihat realita tatanan sosial masyarakat, kekuasaan dalam pelaksanaannya dijalankan melalui banyak saluran.

Namun saya batasi hanya pada saluran kekuasaan yang umum dilalui. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Saluran militer

Jika saluran ini digunakan, pemerintah dapat menjalankan roda pemerintahannya secara dengan paksaan. Dengan kekuatan militer, pemerintah dapat menakut-nakuti kelompok masyarakat yang menentang hingga mereka tunduk.

2. Saluran Ekonomi

Dalam sejarah kapitalis, Kelompok borjuis (pemodal) kerap menggunakan kekayaannya untuk mengendalikan orang.

Sebagaimana masa kolonial di Indonesia, serikat dagang Belanda yang kita kenal dengan VOC menyewa para tentara bayaran untuk memuluskan bisnis mereka.

3. Saluran politik

Melalui saluran ini, pemerintah dapat menetapkan peraturan-peraturan yang sifatnya memaksa, harus ditaati oleh masyarakat. Disamping itu, negara dapat menggunakan badan-badan yang berwenang untuk mengawasi jalannya peraturan yang telah ditetapkan.

4. Saluran tradisional

Saluran kekuasaan ini merupakan saluran yang berjalan secara natural.

Biasanya seorang tokoh / orang yang dituakan menjadi sumber rujukan, titahnya didengar dan dijalankan oleh masyarakat setempat.

Seorang pemimpin suku tertentu memegang kekuasaan untuk menjaga dan melestarikan tradisi. Setiap terjadi penyimpangan terhadap adat, umumnya kepala suku diberi kehormatan untuk mengambil keputusan.

5. Saluran ideologi

Penguasa-penguasa masayarakat biasanya memakai doktrin / dogma tertentu, yang bertujuan menerangkan dan memberi dasar pembenaran dalam pelaksanaan kekuasaanya.

6. Saluran media

Selain saluran di atas, Saluran media massa menjadi alternatif untuk memuluskan kekuasaan. Orang-orang yang berkepentingan kerap menggunakan media massa untuk memuluskan tujuannya.

Melalui propaganda media, seorang penguasa dapat ditumbangkan. Kita melihat bagaimana Negara-negara timur tengah diserang karena propaganda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.