Ruang Lingkup Hukum Islam Secara Global

Islam disebut juga dengan agama hukum. Karena di dalam Agama ini sendiri terdapat aturan-atauran yang mengikat bagi para pemeluknya.

Secara garis besar, ruang lingkup hukum islam meliputi meliputi tiga aspek, yaitu i’tiqadiyah (Keyakinan), Khuluqiyah (etika/moral), dan Amaliyah (tindakan manusia)

Hukum i’tiqadiyah dan khuluqiyyah tidak tidak menjadi perhatian di artikel ini. Penulis hanya menyoroti aspek amaliyah, dimana tindakan manusia dapat berkibat hukum.

Para pakar fiqih membagi aspek amaliyah dalam ranah, yaitu ibadah dan muamalah. 

Lapangan ibadah lebih dominan pada hubungan antara hamba dengan Tuhannya. Meski demikian, sisi-sisi sosialnya tidak dapat dilepaskan, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. 

Sedang aspek hubungan antara sesama manusia lebih dominan pada lapangan Muamalah. Dan kawasan muamalah ini cukup luas. 

Muamalat dalam arti luas yaitu hukum yang mengatur keterikatan manusia dengan yang lainnya. Sedang  dalam arti sempit, muamalat berkisar pada hubungan bisnis atau usaha, seperti perdagangan, kerjasama, sewa, pinjam meminjam, dan lain-lain.

Lingkup Hukum Islam

Dua bidang Amaliyah di atas, bila diuraikan kembali, maka akan seperti di bawah ini:

1. Lapangan Ibadah

Hukum ini berkaitan dengan ibadah, misalnya shalat, puasa, zakat, haji, dan lain-lain.

Pengertian dan Pembagian Objek Hukum dalam KUH Perdata
Arti, Tujuan dan Contoh Kodifikasi hukum
Perbedaan Hukum Privat dan Hukum Publik
Macam-Macam Pembagian Hukum
Sumber dan Tata Hukum Indonesia
Inti Perbedaan Had, Qisas dan Ta’zir dalam Hukum Pidana Islam
Pengertian dan Macam-Macam Had dalam Islam

2. Lapangan Muamalah

Hukum yang berkaitan dengan muamalah dalam arti luas diantaranya yaitu:

  • Hukum yang berkaitan dengan keluarga, seperti wasiat, waris, perkawinan, cerai, hak asuh, dan lain-lain
  • Hukum yang berhubungan dengan kebendaan (muamalat dalam arti sempit), misalnya jual beli, sewa menyewa, hutang piutang, gadai, dan lain sebagainya.
  • Hukum yang berkaitan dengan keuangan negara, seperti dana baitul mal dan pembelanjaannya.
  • Hukum yang berkaitan dengna tindak pidana, seperti aturan seputar kejahatan pembunuhan, pencurian, perbuatan zina, dan lain-lain.
  • Hukum yang berkaitan dengan hukum acara peradilan, seperti aturan kesaksian di peradilan, sikap-sikap hakim yang harus dijaga dalam sidang, dan lain sebagainya.
  • Hukum yang berhubungan dengan tatanegara, misalnya urusan kepala negara, hak penguasa dan rakyat, badan permusyawaratan, dan lain-lain.
  • Hukum yang berkaitan dengan bidang internasional, seperti perjanjian antar negara, urusan perang, perdamaian, dan masih banyak lagi.

Pandangan Fuqaha Kontemporer

Secara umum, para pakar fiqih dewasa ini membagi muamalah dalam dua ranah, yaitu:

1. Hukum privat

Yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum antara seseorang dengan yang lainnya.

Hukum ini meliputi:

  • Hukum keluarga
  • Hukum perdata
  • Hukum dagang
  • Hukum Acara
  • Hukum privat internasional

2. Hukum Umum

Yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum antara individu dengan negara, atau antara negara dengan alat-alatnya, atau antara satu negara dengan negara lainnya.

Hukum ini meliputi:

  • Hukum pidana Islam
  • Hukum ketatanegaraan, Administrasi dan keuangan negara
  • Hukum pidana Internasional

____________

Referensi:

Prof. Dr. Abdul Ghofur Ansori, S.H., M.H., dan Yulkarnain Harahap, S.H, M.Si., Hukum Islam dan Perkembangannya di Indonesia, Yogyakarta, Kreasi Total Media, 2008, hlm: 44-45.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.