Perubahan Strategi Mengajar Bahasa Inggris pada Siswa

Teman-teman yang berkutat di dunia pendidikan pasti tidak merasa asing dengan istilah metode dan strategi mengajar.

Masing-masing materi (matematik, kimia, fisika, dll) perlu diajarkan melalui metode yang bervariatif. Disamping untuk mengukur penguasaan siswa, menggunakan berbagai metode mengajar cukup bermanfaat untuk menghilangkan rasa bosan.

Bagi saya, metode adalah cara mengajar yang diterapkan kepada siswa di kelas. Sedang strategi adalah cara yang ditempuh untuk meraih target studi baik di dalam maupun di luar kelas.

Saya sendiri telah bertahun-tahun berkutat di dunia bahasa Inggris. Menghadapi berbagai peserta dari kalangan yang berbeda. Mulai dari sekolah dasar, hingga mereka yang berusia lanjut.

Namun ada yang menarik di sini, yaitu saat mengahadapi siswa Sekolah Menengah Pertama di kota Metro.

Sebagai pengajar, saya bertanggungjawab mendidik secara profesional, serta berupaya mengejar target.

Sebagaimana diterapkan di Fabelia, Kampung Inggris Pare.

Di Pare, rata-rata member Fabelia dapat berbahasa Inggris dalam masa waktu studi 30 hari.

Simak semua video speaking mereka di sini.

Lantas, bagaimana jika di luar Pare, apakah juga sama?

Tentu idealisme ini harus saya pegang.

Saya berfikir bagaimana para siswa mampu berbahasa Inggris setelah belajar selama satu bulan. Sedang, realita di sekolah ternyata berbeda dengan yang biasa dihadapi di Pare.

Di SMP, saya berhadapan dengan anak-anak, yang hobinya adalah bermain. Jika dipaksakan, dimana mereka harus mengikuti sistem yang selama ini telah dibangun, tentu mereka akan stress.

Karenanya, saya harus menyesuaikan diri.

Sistem pembelajaran diupayakan se-fun mungkin. Meski demikian, kedisiplinan harus tetap terjaga. Kadang saya perlu memaksa siswa mempelajari materi yang diajarkan.

Bisa anda bayangkan, bagaimana mereka meninggalkan buku, catatan, modul, dan kamus di kelas saat jam pelajaran usai.

Dengan demikian, berarti mereka tidak mempelajari semua catatan / materi bahasa Inggris di luar kelas. Hal ini yang membuat saya memutar otak.

Jika dibiarkan, perkembangan berbahasa mereka menjadi lambat.

perubahan strategi mengajar bahasa inggris siswa
Jangan Heran…!!!!!

Berdasarkan pengamatan, akhirnya diterapkanlah perubahan strategi mengajar.

Artinya, sistem di Pare tidak sepenuhnya saya terapkan di sekolah. Tapi tetap dengan tujuan yang sama, yaitu mereka bisa berbicara bahasa Inggris.

Poin-poin perubahan Strategi mengajar

Ada beberapa perubahan strategi yang saya lakukan dalam mendidik siswa sekolah SMP, yaitu:

  1. Fokus pada vocab dan speaking. Mengingat materi inti Grammar dan Pronun tingkat dasar telah selesai diajarkan.
  2. Menjelaskan pentingnya penguasaan kosakata dan prakteknya kepada siswa. Sebab tanpa kosakata dan praktek secara bersamaan, siswa tidak mungkin bisa berbahasa Inggris.
  3. Memaksa mereka membawa semua buku catatan, modul, dll setelah program selesai. Sehingga mereka dapat mempelajarinya di luar kelas.
  4. Konsisten memotivasi mereka.
  5. Terus menemani mereka belajar secara intens.

Lima langkah tersebut akan terus menjadi bahan pertimbangan. Artinya, bisa berubah sesuai dengan kondisi dan realita di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.