Raih Rasa Percaya Diri Anda dengan 6 Bahan Vital ini

Setiap orang sebenarnya memiliki masalah. Tingkat dan kadarnya berbeda-beda. Ada yang merasa telah kehilangan segalanya, hidup tidak semangat, makan tidak nafsu, melamun setiap hari, padahal masalahnya yaitu “KUCINGNYA KABUR” dan belum ditemukan.

Mungkin bagi Anda, persoalan tersebut sangatlah remeh. Sehingga tidak perlu dipikirkan lebih jauh.

Demikian juga saat ada kesempatan tampil di muka umum. Bagi orang tertentu, ini adalah masalah besar, seolah-olah ia baru tertimpa bencana. Akibatnya… badan bergetar, hati dag dig dug, dan kulit berkeringat.

Padahal, BELUM tampil.

Namun bagi saya, ini merupakan kesempatan emas untuk unjuk gigi. Saya berani melakukannya.

Mengapa demikian? Kuncinya ada pada rasa percaya diri.

Vitalitas rasa percaya diri

Percaya diri merupakan ramuan yang terdiri dari 6 aspek, yang dapat menambah atau mengurangi vitalitas hidup. Ke enam bagian tersebut saya uraikan di bawah.

1. Keselamatan fisik

Salah satu alasan mengapa orang memiliki semangat hidup yaitu kesehatan fisik. Orang yang diserang penyakit akut, yang tidak mungkin dapat diobati kerap melamun dan mengasingkan diri.

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kita perlu memberikan semangat, dan meyakinkan bahwa sakitnya dapat terobati.

Jangan bilang “Temen saya mati gara-gara sakit seperti mu”. Ingat itu..!!!

[su_note note_color=”#ecfaff”]Baca juga:

[/su_note]

2. Keamanan emosional

Orang dapat tampil terbuka jika tidak diintimidasi, serta tidak merasa takut terhadap gangguan eksternal.

Jika Anda diancam dengan serius agar tidak tampil, kemungkinan besar Anda tidak akan berani maju. Meski sebelumnya memiliki rasa percaya diri yang kuat.

3. Kompetensi

Saya berani berkomunikasi dengan para turis asing dengan berbahasa Inggris karena merasa menguasainya. Bukankah Anda berani berpidato karena merasa bisa?

Kita akan percaya diri jika memiliki kemampuan sesuai yang dibutuhkan.

Andai saja keahlian Anda hanya pada bidang teknologi, saya yakin Anda akan stress bila diminta secara mendadak untuk presentasi materi kimia.

4. Identitas diri

Intinya “Menyadari diri”. Bisa dengan pertanyaan “Siapa aku?” Apa peranku? Dimana aku? Untuk apa aku?”.

Jika Anda seorang terdidik, dan kerap nerveous dalam kesempatan, pertanyaan “Siapa aku?” dan “Apa kemampuanku?” akan menjadi motivasi tersendiri untuk maju.

Meski sedikit nekat.

5. Afiliasi

Orang dapat semangat mencari dan melakukan pekerjaan, walaupun sedikit menantang, untuk kepentingan hidup istri dan anak, atau demi orang yang dicintainya.

Nah, Jurus ini bisa menjadi dalil bagi Anda saat interview.

Saat dirudung rasa takut menjelang wawancara kerja, ingatlah bahwa Anda adalah tumpuan keluarga. Mereka semua menggantungkan hidup kepada ANDA.

6. Misi

Jika Anda beranggapan bahwa hidup memiliki arti, tentu akan melakukan sesuatu. Pertanyaan “apa yang dapat dilakukan” serta “apa manfaat diri” menjadi arah bagaimana Anda kedepan.

Orang yang memiliki cita-cita jauh lebih semangat dari pada orang yang tidak memilikinya.

Seorang mahasiswa yang ingin lulus dengan predikat cumlaude,  ia belajar dengan tekun, berani berinteraksi dengan para dosen, serta banyak melakukan aktifitas pendukung studinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.