Perbedaan Tersangka, Terdakwa, dan Terpidana

Berikut ini adalah perbedaan tersangka, terdakwa, dan terpidana menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) :

Tersangka

Status tersangka disematkan kepada pelaku yang diduga melakukan tindak pidana, dan proses pemeriksaannya masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, belum masuk ke tahap persidangan.

Adapun definisinya, dapat Anda lihat pada KUHAP Pasal 1 nomor 14 berikut:

Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana.

Terdakwa

Saat tahap pemeriksaan naik dalam persidangan, maka statusnya berubah menjadi terdakwa. Berdasarkan KUHAP Pasal 1 nomor 15, pengertian terdakwa adalah sebagai berikut:

Terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di sidang pengadilan.

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]Baca juga: kewajiban tersangka dan terdakwa dalam KIHP[/su_note]

Terpidana

Setelah hakim memutuskan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dan dikenakan sanksi tertentu, maka status terdakwa naik menjadi terpidana.

Lihat KUHAP Pasal 1 nomor 32 berikut:

Terpidana adalah seorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]Baca: aturan pelaksanaan putusan pengadilan dalam KUHAP[/su_note]

Intisari perbedaan: status tersangka diberikan kepada pelaku sebelum sidang pengadilan, status terdakwa diberikan saat pelaku menjalani sidang pengadilan, status terpidana diberikan kepada pelaku yang dinyatakan bersalah dalam putusan hakim.

_________

Sumber:

Dr. Andi Hamzah, S.H., KUHP & KUHAP, Rineka Cipta, Jakarta, 2014, hlm: 231-234.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.