Intisari Perbedaan Laporan dan Aduan Kasus Pidana

Perbedaan laporan dan aduan tindak pidana, secara umum, dapat diuraikan sebagai berikut:

Dasar

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]Laporan adalah memberitahukan kepada polisi tentang segala kejadian pidana biasa, sedang aduan adalah memeberitahukan tentang kejadian tindak pidana aduan[/su_note]

Perlu difahami, dalam undang-undang terdapat delik aduan, jika kejadian pidananya diberitahukan kepada polisi, maka pemberitahuan tersebut disebut aduan, bukan laporan.

Contoh:

Pasal 369

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain. atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

(2) Kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena kejahatan.

Rangkaian delik aduan selengkapnya dapat Anda baca di artikel tentang daftar delik aduan di KUHP.

Syarat

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]Laporan bukan merupakan syarat penuntutan, sedang pengaduan adalah syarat penuntutan.[/su_note]

Mengingat aduan adalah hak korban, jika ia tidak menuntut, maka si pelaku bebas dari jeratan hukum.

Berbeda dari laporan, kasus yang ditangani masuk dalam delik biasa, karenanya tidak perlu menunggu adanya pengaduan korban. Jika polisi mengetahui kejadian perkaranya, maka bisa langsung menindaknya. Seperti kasus pembunuhan, pembegalan, dan lain sebagainya.

Subjek

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]Laporan dilakukan oleh siapa saja, aduan dilakukan oleh korban, kuasa dan pengampu korban.[/su_note]

Laporan sifatnya terbuka, boleh dilakukan oleh siapa saja, baik korban, keluarga korban, ataupun saksi kejadian perkara. Berbeda dengan aduan, sifatnya tertutup, hanya bisa dilukan oleh orang-orang terkait, yaitu korban, kuasa dan pengampu korban.

Baca: Pengertian dan Jenis Subjek Hukum

Karena itu, melihat pasal pengancaman diatas, jika Anda diancam, maka yang berhak untuk memberitahukan kepada pihak kepolisan adalah Anda sendiri, kuasa dan pengampu Anda.

Pihak lain, seperti rekan, saksi, atau bahkan bos Anda tidak memeliki wewenang. Jika mereka melakukannya (mengadukan kepada pihak kepolisian), maka tidak digubris.

Peristiwa

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]Laporan memberitahukan peristiwa pidana, aduan memberitahukan tindak pidana disertai permintaan kepada pejabat terkait untuk menuntut pelaku.[/su_note]

Dalam aduan, terdapat delik aduan relatif. Artinya korban dapat berkehendak siapa saja yang dia tuntut.

Misalnya, si pelaku berjumlah 10 orang, karena deliknya adalah delik aduan, maka korban bisa memilih siapa saja yang ingin dia tuntut, sedang sisanya bebas dari jerat hukum.

2 thoughts on “Intisari Perbedaan Laporan dan Aduan Kasus Pidana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.