Perbedaan Hukum Islam, Hukum Adat dan Hukum Barat

  • Whatsapp
perbedaan hukum islam, hukum adat dan hukum barat

Terdapat 5 sistem hukum besar yang berkembang di dunia. Yaitu sistem hukum Islam, sistem hukum adat, sistem common law, sistem civil law, dan sistem hukum komunis.

Sistem hukum islam dapat kita saksikan penerapannya di negara-negara timur tengah. Sistem hukum adat berkisaran diterapkan di wilayah afrika, sistem common law diterapkan oleh inggris dan bekas negara-negara jajahannya. Sistem civil law berlaku di Amerika Serikat, dan terakhir sistem komunis / sosialis diterapkan di Rusia.

Muat Lebih

Dari 5 sistem tersebut, sitem hukum islam, adat dan barat diterapkan di Indonesia. Adapun perbedaan hukum ketiganya dapat anda simak di bawah.

Hukum Adat

Yaitu hukum tidak tertulis yang disepakati oleh masyarakat. Lingkupnya berkisar pada wilayah /daerah tertentu. Sanksi terberat biasanya diusir dari mayarakat adat setempat.

Hukum Islam

Penerapan hukum Islam di Indonesia, dalam skala nasional, masih berkisaran para ranah perdata. Seperti hukum pernikahan, perceraian, waqaf, dan lain-lain. Sedang dalam ranah pidana, belum semuanya terealisasi.  Hal ini disebabkan karena Indonesia tidak menganut sistem hukum Islam.

Perlu diketahui, dalam ranah hukum pidana Islam, terdapat aturan-aturan yang sanksinya masuk dalam kategori had dan qisas. Ketentuan dan batasan aturan tersebut dibicarakan dalam Nash (al-qur’an dan hadits). Dan tindak pidananya bisa dihitung jari:

  • Had: Berbuat Zina, Menuduh zina, Mencuri, Begal, Minum khamar.
  • Qisas: Pembunuhan sengaja, melukai orang.

Akan tetapi tindak pidana yang sanksinya tidak bicarakan dalam Nash sangatlah banyak. Dan itu semua masuk dalam ranah ta’zir. Disini Negara Indonesia ikut Andil Mengesahkahkan undang-undang pidana yang sanksinya tidak dibicarakan oleh Nash. Diantranya yaitu:

  • Tindak pidana penipuan, Pencemaran nama baik, korupsi, pengedar narkoba, penggelapan, ujaran kebencian, dan lain sebagainya.

Indoenesia telah mengesahkan badan peradilan syariah, yang dikenal dengan Pengadilan Agama, untuk mewadahi para pencari keadilan dari kalangan umat Islam.

Hukum barat

Hukum ini dikenalkan di Indonesia oleh bangsa Belanda. Hukum barat yang kita kenal adalah hukum perdata dan hukum pidananya. Termaktub dalam KUHPidana dan KUHPerdata, termasuk hukum-hukum acara bagi keduanya.

Hingga kini, hukum tersebut berlaku dalam skala nasional, yang diperuntukkan bagi seluruh warga Indonesia, tanpa memandang suku, ras, dan agama.

_____

Referensi:

Prof. H. Mohammad Daud Ali, S.H., Hukum Islam, Jakarta, Rajawali Pers, hlm: 207

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.