Perbedaan Gugatan dan Permohonan

Inti perbedaan gugatan dan permohonan yang perlu diketahui:

Dalam gugatan terdapat sengketa, dimana seorang /lebih “merasa” haknya dilanggar, namun pihak yang “dirasa” melanggar tidak sukarela melakukan apa yang diminta. Karenanya, untuk menentukan siapa yang benar dan berhak, diperlukan putusan hakim.

“Misalnya dalam Kasus AJB ganda, si A merasa memiliki sebidang tanah seluas 1000 m2 di lokasi tertentu, akan tetapi si B juga merasa memiliki sebidang tanah yang sama. Tidak ada yang mau mengalah dan keduanya sama-sama memiliki Akta Jual Beli (AJB) Tanah. Kemudian si A mengajukan gugatan di pengadilan. Dan hakim memberi putusan dengan memenangkan salah satunya.”

[su_note note_color=”#e9fefe” text_color=”#020101″]Baca juga: Pengertian, landasan, pembagian, dan pencabutan hukum perdata [/su_note]

Adapun permohonan, di dalamnya tidak terdapat sengketa.

“Seperti sekelompok ahli waris secara bersama-sama memohon kepada hakim untuk memberi putusan pembagian warisan.“

Dalam hal ini, hakim tidak memutuskan suatu konflik, melainkan sekedar memberi jasa sebagai seorang tata usaha negara. Ia hanya mengeluarkan putusan yang hanya berisifat menerangkan.

______

Sumber: Dedi Supriadi, M. Ag., Kemahiran Hukum, Pustaka Setia, Bandung, 2013,  hlm: 137.

2 thoughts on “Perbedaan Gugatan dan Permohonan

  1. Assalamualaikum
    Saya mau tentng masalah gugatan tanah bagaimana hakim memutuskan pemilik aslinya sedangkan kedua belah pihak mempunyai dua akta yang sama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.