Peran dan Manfaat kontak Mata dalam Komunikasi

Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dapat mengantarkan kehangatan pembicara dan pendengar. Masing-masing terlibat dalam topik yang dibicarakan. Sehinga keduanya merasa betah bercengkrama meski tak terasa telah menghabiskan waktu berjam-jam. Nah untuk meraih kenyamanan komunikasi ini, ada satu hal yang perlu kita perhatikan, yaitu peran kontak mata dalam komunikasi.

Bisa dibayangkan, perasaan apa yang akan muncul saat si pembicara menyampaikan informasi, namun dia tidak sedikit pun melihat / menatap pendengar? Perasaan negatif akan timbul akibat ketidak piawaian dalam berkomunikasi. Pendengar mungkin akan beranggapan bahwa si pembicara tidak menghargainya, atau tidak sudi melihatnya, atau bahkan ia di cap memiliki etika yang buruk. Oleh karena itu, untuk menjalin komunikasi yang baik, ada baiknya anda lakukan hal berikut:

1. Tataplah mata si pendengar dengan wajar

Kontak mata saat berkomunikasi memang penting. Namun bila dilakukan secara nonstop, tentu hal ini akan menimbulkan dampak yang buruk. Karenanya, tataplah lawan bicara anda dengan wajar. Pandanglah ia dengan pandangan yang tidak terlalu tajam.

2. Sesekali alihkan tatapan ke arah lain

Hal ini ditujukan agar tidak terjadi kontak mata yang begitu tajam. Di samping itu, mengalihkan pandangan dalam skala tertentu dapat menjaga kenyamanan berkomunikasi.

3. Tidak menatap bagian tubuh yang sensitif

Orang akan merasa risi bila bila bagian privasi tubuhnya di pandang. Ia akan memproteksi diri akibat ketidak nyamanan ini. Jika hal ini di biarkan, tentu orang yang diajak berbicara akan merasa tidak betah, dan lebih memillih meninggalkan kita dengan segera.

Keuntungan yang bisa anda dapatkan dari kontak mata

1. Menarik perhatian pendengar

Salah satu manfaat yang dapat kita petik dari kontak mata adalah menarik perhatian orang yang kita ajak bicara. Sebab saat kita menatapnya dengan wajar, ia merasa bahwa ia sedang diperhatikan. Dan biasanya, orang akan mengungkapkan pesan dengan penuh semangat jika diperhatikan dengan baik.

2. Pendengar merasa lebih dihargai saat ia diperhatikan

Bayangkan saat saya berbicara dengan anda, namun saya tidak memandang anda sedikit pun. Mungkin anda berfikir saya orang yang beretika buruk, tidak menghargai orang yang diajak berbicara. Jika demikian, bisa jadi anda akan menghindar dan meninggalkan saya.

Menjaga kontak mata saat berkomunikasi adalah hal krusial untuk menjalin percakapan yang menyenangkan. Kontak mata dapat mengukuhkan hubungan komunikasi yang erat. Sehingga masing-masing pembicara akan merasakan kenyamanan dalam menyampaikan pesan. Dan hal inilah yang dapat mempererat hubungan keduanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.