Penyimpangan Sosial, Jenis dan contohnya

 

Penyimpangan sosial kerapkali di jumpai ditengah masyarakat. Bentuk perilaku ini bermacam-macam. Secara sosiologis, penyimpangan sosial diartikan sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma di masyarakat. Hal ini terjadi karena seseorang tidak mematuhi aturan baku yang telah mengakar di tengah masyarakat. Bentuk penyimpangan ini, bila ditinjau dari pelakunya, digolongkan menjadi dua, yaitu individual dan kelompok.

Penyimpangan individual

Penyimpangan individual adalah penyimpangan pada seseorang secara individu dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma / kebudayaan yang telah mapan. Macam-macam penyimpangan individual diantaranya adalah:

  • Penyalahgunaan Narkoba
  • Penyimpangan seksual (lesbian, biseksual, homo, sodomi, zina, transeksual, pedofil, dll)
  • Tindak Kriminal yang dilakukan oleh seseorang (pencurian, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, pengrusakan, dll)
  • Gaya Hidup (seorang wanita bertato dengan pakain super minim berjalan dikeramaian, seorang pria memakai anting emas, dll)

Penyimpangan kolektif

Penyimpangan kolektif yaitu menyimpangan yang dilakukan oleh kelompok orang dengan melanggar norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat. Penyimpangan sosial kelompok ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan. Bentuk penyimpangan kolektip antara lain adalah:

  • Tawuran
  • Demonstrasi anarkis
  • Perampokan dan curanmor bersindikat

Perlu digaris bawahi, tidak semua penyimpangan sosial merupakan tindakan kriminal. Ada beberapa perilaku yang digolongkan sekedar pelanggaran terhadap norma belaka. Diantara penyimpangan sosial yang tidak termasuk tindak kriminal di Indonesia seperti:

  • Menjadi waria
  • Berpakaian minim dikeramaian
  • Memakai tato

Bentuk penyimpangan ini tidak telalu keras. Pelakunya secara umum mendapat cibiran masyarakat setempat.

Penyelesaian penyimpangan sosial dengan penyimpangan sosial lain

Jika kita menilik informasi kriminal dari media massa, misalnya seputar kasus pencurian kendaraan bermotor. Kita kerap kali menjumpai fenomena menarik dari kasus tersebut. Dimana seorang pelaku penyimpangan sosial atau si pencuri di tangkap massa. Kemudian diadili oleh para pengadil jalanan hingga tewas. Dari peristiwa tersebut, kita melihat adanya perilaku kolektif untuk mengatasi penyimpangan yang berujung pada kekerasan. Padahal di tengah masyarakat tersebut terdapat hukum yang telah berlaku. Tindakan mereka ini termasuk penyimpangan sosial secara kolektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.