Pengertian, Tugas dan Wewenang Penyidik Pembantu

Sebelum membahas siapa itu penyidik pembantu, ada baiknya anda memahami pengertian penyidik terlebih dahulu.

Dalam KUHA-Pidana, didefinisikan:

Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan.

Berdasarkan pengertian di atas, penyidik bisa dari kalangan kepolisian, bisa juga dari kalangan PNS (sipil) yang diangkat menjadi penyidik.

Perlu diketahui, wewenang penyidik yang diatur dalam KUHA-Pidana pasal 7 ayat 1 adalah:

  1. menerima Iaporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana;
  2. melakukan tindakan pertama pada saat di tempat kejadian;
  3. menyuruh berhenti seorang tersangka dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka;
  4. melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan dan penyitaan;
  5. melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat;
  6. mengambil sidik jari dan memotret seorang;
  7. memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi;
  8. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara;
  9. mengadakan penghentian penyidikan;
  10. mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.

Di lain pihak, Penyidik pembantu adalah orang yang membantu penyidik dalam menjalankan tugas-tugas penyidikan.

Ia adalah pejabat kepolisian negara Republik Indonesia yang karena diberi wewenang tertentu dapat melakukan tugas penyidikan yang diatur dalam KUHA-Pidana.

Baca juga:

Pengangkatan

Pengangkatannya dilaksanakan dilingkungan kepolisian Republik Indonesia. Sedang syarat pengangkatan diatur dalam peraturan pemerintah.

Pasal 10

(1) Penyidik pembantu adalah pejabat kepolisian negara Republik Indonesia yang diangkat oleh Kepala kepolisian negara Republik Indonesia berdasarkan syarat kepangkatan dalam ayat (2) pasal ini.

(2) Syarat kepangkatan sebagaimana tersebut pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

Wewenang

Semua tugas penyidik pembantu hampir sama dengan tugas penyidik di atas. Hanya saja, penyidik pembantu tidak berhak menahan tersangka kecuali jika ada perintah dari penyidik.

Ia juga harus menyerahkan berita acara pemeriksaan kepada penyidik, kecuali berita acara pemeriksaan singkat, Ia dapat langsung menyerahkannya kepada Jaksa Penuntut Umum.

Simak pasal berikut:

Pasal 11

Penyidik pembantu mempunyai wewenang seperti tersebut dalam Pasal 7 ayat (1), kecuali mengenai penahanan yang wajib diberikan dengan pelimpahan wewenang dari penyidik.

Pasal 12

Penyidik pembantu membuat berita acara dan menyerahkan berkas perkara kepada penyidik, kecuali perkara dengan acara pemeriksaan singkat yang dapat langsung diserahkan kepada penuntut umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.