Pasal-Pasal Penyertaan dalam Tindak Pidana (KUHP Pasal 55-62)

Penyertaan dalam Tindak Pidana di muat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 55 hingga pasal 62.

Maksud dari penyertaan adalah keterlibatan orang-orang tertentu dengan si pelaku. Keterlibatan ini bisa berupa orang yang menyuruh, orang yang menganjurkan, orang yang turut serta, atau orang yang membantu si pelaku dalam melakukan aksinya.

Pasal 55

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;

2. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Pasal 56

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:

(1) mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;

(2) mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

Sanksi penyertaan dalam tindak pidana

Hukuman yang diterapkan kepada para pelaku yang turut serta ini mendapat keringan. Yaitu dikurangi sepertiga dari tindak pidana aslinya.

Namun, khusus untuk tindak pidana yang diancam hukuman mati / penjara seumur hidup, pelaku yang turut serta ini maksimal disanksi 15 tahun penjara.

Jika orang yang turut serta mendapat sanksi tambahan, maka sanksi tambahan tersebut tidak boleh melebihi dari ketentuan pidana pokoknya.

Contoh: jika pidana pokoknya adalah 6 tahun penjara, sanksi bagi si pelaku yang turut serta adalah dikurangi sepertiga, sehingga menjadi 4 tahun. Namun Jika kemudian hakim memberi sanksi tambahan kepada si pelaku, maka sanksi tambahan tersebut tidak boleh lebih dari 6 tahun. 

Pasal 57

(1) Dalam hal pembantuan, maksimum pidana pokok terhadap kejahatan, dikurangi sepertiga.

(2) Jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(3) Pidana tambahan bagi pembantuan sama dengan kejahatannya sendiri.

(4) Dalam menentukan pidana bagi pembantu, yang diperhitungkan hanya perbuatan yang sengaja dipermudah atau diperlancar olehnya, beserta akibat-akibatnya.

Pasal 58

Dalam menggunakan aturan-aturan pidana, keadaan-keadaan pribadi seseorang, yang menghapuskan, mengurangi atau memberatkan pengenaan pidana, hanya diperhitungkan terhadap pembuat atau pembantu yang bersangkutan itu sendiri.

Pasal 59

Dalam hal-hal di mana karena pelanggaran ditentukan pidana terhadap pengurus, anggota-anggota badan pengurus atau komisaris-komisaris, maka pengurus, anggota badan pengurus atau komisaris yang ternyata tidak ikut campur melakukan pelanggaran tidak dipidana.

Perbuatan penyertaan yang tergolong tidak dapat dipidana adalah membantu tindak pelanggaran (bukan membantu tindak kejahatan). 

Pasal 60

Membantu melakukan pelangaran tidak dipidana.

Kejahatan dalam Percetakan

Selanjutnya, bab ini juga membahas kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan percetakan, serta orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Pasal 61

(1) Mengenai kejahatan yang dilakukan dengan percetakan, penertiban selaku demikian tidak dituntut apabila dalam barang cetakkan disebut nama dan tempat tinggalnya, sedangkan pembuatnya dikenal, atau setelah dimulai penuntutan, pada waktu ditegur pertama kali lalu diberitahukan kepada penerbit.

(2) Aturan ini tidak berlaku jika pelaku pada saat barang cetakkan terbit, tidak dapat dituntut atau sudah menetap di luar Indonesia.

Pasal 62

(1) Mengenai kejahatan yang dilakukan dengan percetakan, pencetaknya selaku demikian tidak dituntut apabila dalam barang cetakkan disebut nama dan tempat tinggalnya, sedangkan orang yang menyuruh mencetak dikenal, atau setelah dimulai penuntutan, pada waktu ditegur pertama kali lalu diberitahukan oleh pencetak.

(2) Aturan ini tidak berlaku, jika orang yang menyuruh mencetak pada saat barang cetakkan terbit, tidak dapat dituntut sudah menetap di luar Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.