Pengertian, Unsur dan Pembagian Pidana Islam (Jarimah)

  • Whatsapp

Istilah Jinayah dan Jarimah biasa disebut dengan delik, atau tindak pidana.

Jika ditinjau dari segi bahasa, Jinayah merupakan bentuk masdar dari kata “Jana” yang berarti berbuat dosa atau salah. Jadi Jinayah diartikan perbuatan dosa atau perbuatan salah. Orang yang berbuat jahat disebut “jani”, sedang korbannya disebut “Mujna Alaih”.

Muat Lebih

فعل محرم شرعا سواء وقع فعل على نفس او مال او غير ذالك

Sedang menurut istilah, Abdul Qadir Audah mendefinisikan jinayah sebagai perbuatan yang dilarang oleh syara, baik perbuatan itu mengenai jiwa, harta benda, atau lainnya.

Jarimah mempunyai kandungan arti yang sama dengan Jinayah, baik dari segi bahasa maupun istilah.

Dari segi bahasa, jarimah merupakan kata masdar dari kata jarama yang artinya berbuat salah, sehingga Jarimah adalah perbuatan salah.

Sedang, dari segi istilah, al-Mawardi memberi definisi sebagai berikut:

محظورات شرعية زجرالله تعالى عنها بحد او تعزير

Segala larangan syara yang diancam oleh Allah dengan hukuman had atau ta’zir.

Hukuman had ketentuannya telah disebutkan dalam nash (al-Qur’an / Hadits), sedang ketentuan hukuman ta’zir diserahkan sepenuhnya kepada penguasa.

Baca: Uraian Lengkap Jenis-Jenis Hukuman dalam Islam (Uqubah)

Larangan-larangan syara yang dimaksud disini ada kalanya mengerjakan perbuatan yang dilarang, dan ada kalanya meninggalkan perbuatan yang diperintah.

Unsur-unsur Jarimah

A. Unsur formil 

Menitikberatkan pada adanya undang-undang atau Nash. Sehingga setiap perbuatan tidak dianggap melawan hukum, dan pelakunya tidak dapat dipidana, kecuali ada Nash atau undang-undang yang mengaturnya

B. Unsur materiil 

Berupa sifat melawan hukum. Artinya perbuatan yang terjadi membentuk jarimah baik dalam sikap berbuat maupun sikap tidak berbuat

C. Unsur moril

Pelakunya adalah mukallaf (baligh dan berakal). Yakni pelaku jarimah adalah orang yang dianggap mampu bertanggung jawab, dan dapat dimintai pertanggungjawabannya terhadap jarimah yang dia lakukan.

Ketentuan orang yang dianggap mampu bertanggung jawab diantaranya:

1. Berakal sehat atau bukan orang gila
2. bukan anak-anak
3. bukan karena dipaksa
4. bukan karena pembelaan diri

Macam-macam Jarimah

Ada tiga macam jarimah, yaitu:

1. Jarimah Hudud

Yaitu segala perbuatan yang melanggar hukum di mana jenis dan ancaman sanksinya ditentukan oleh Nash, seperti jarimah menuduh zina, mabuk, mencuri,dan lain sebagainya.

2. Jarimah Qisas

Yaitu segala perbuatan melanggar hukum yang dimana sanksinya berupa pembalasan yang setimpal.

Dalam jarimah ini, hak manusia lebih diutamakan. Jika pelaku mendapat maaf dari korban / keluarga korban, maka si pelaku berkonsekuensi membayar diyat kepada mereka.

Contoh kasus Qisas diantaranya seperti pembunuhan dengan sengaja, melukai anggota tubuh korban, dan lain-lain.

3. Jarimah Ta’zir

Yaitu segala perbuatan pidana dimana negara / hakim diberi keleluasaan menentukan aturan dan sanksi-sanksinya. Hal ini disebabkan karena nash tidak menentukannya.

Contoh: menghardik orang tua, berdusta, dan lain sebagainya.

____

Referensi:

  • Abdul Qadir Audah, At-Tasyri’ al-Jinai al-Islami, Bairut, Darul Qutub, 1963, juz I, hlm: 67
  • Al-Mawardi, Al-Ahkam as-Sulthaniyah, Mesir, Darul Albab al-Halabi, 1973, hlm: 219.
  • Drs. Makhrus Munajat, M. Hum., Hukum Pidana Islam di Indonesia, Teras, Yogyakarta, 2009, hlm:1-12.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.