Pengertian dan Jenis Subjek Hukum

Subjek hukum adalah segala mahluk yang berwenang untuk memperoleh, memiliki, dan menggunakan hak dan kewajibannya dalam lintas hukum.

Dari pengertian di atas, dapat difahami bahwa subjek adalah pelaku, yang memiliki wewenang untuk memanfaatkan hak yang kuasainya, baik ia perorangan, maupun kelompok.

Jenis Subjek Hukum

Perlu diketahui, ada dua jenis subjek hukum, yaitu manusia yang memenuhi syarat-syarat tertentu, dan badan / lembaga hukum.

A. Manusia

Manusia memiliki kebebasan untuk menjalankan hak dan kewajibannya, dan dijamin oleh hukum yang berlaku. Setiap pribadi manusia yang dianggap cakap menurut hukum dapat bertindak sebagai subjek hukum, sehingga ia dapat dimintai pertanggungjawaban atas segala tindakannya.

Yang dimaksud dengan cakap hukum di sini adalah:

  • orang dewasa menurut hukum (yaitu telah berusia 21 tahun)
  • berakal sehat

B. Badan hukum

Yaitu perkumpulan orang-orang yang diciptakan oleh hukum. Orang-orang tersebut terstruktur dan terorganisir. Didalamnya ada ketua, sekretaris, bendahara, dan lain sebagainya.

Badan hukum ini bisa berbentuk PT (perseroan terbatas), Yayasan, Koperasi, dan lain-lain.

Seperti manusia, badan hukum juga dapat bertindak hukum. Artinya ia dapat memiliki aset, bertransaksi atas nama badan hukum bersangkutan.

Ada beberapa persyaratan badan hukum yang diakui oleh negara, yaitu:

  • Didirikan dengan akta notaris
  • Didaftarkan di kantor panitera pengadilan negara setempat.
  • Terdapat pengesahan Anggran Dasar oleh Menteri Kehakiman dan HAM. Khusus badan hukum dana pensiun pengesahannya oleh menteri keuangan.
  • Diumumkan dalam berita negara republik Indonesia

Ada dua jenis badan hukum yang ada di Indonesia:

1. Badan Hukum Publik

Yaitu badan hukum resmi milik negara. Badan ini didirikan untuk kepentingan publik. Seperti Bank Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Perusahaan Milik Negara seperti PT Kereta Api, PT Pindad, dan lain-lain yang kesemuanya adalah milik negara.

2. Badan Hukum Privat

Yaitu badan yang didirikan berdasarkan hukum sipil menyangkut kepentingan banyak orang dalam badan hukum tersebut.

Badan hukum privat disebut juga dengan badan swasta.  Tujuannya beraneka ragam, bisa untuk kepentingan sosial, keuntungan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.

Contoh badan hukum privat diantaranya yaitu : yayasan, Lembaga pendidikan bahasa Asing (LPBA), Perseroan Terbatas (PT) swasta, Sekolah swasta, Ormas, dan lain-lain.

________

Referensi:

Utang Rasyidin, S.H, M.H., dan Dedi Supriyadi, M. Ag., Pengantar Hukum di Indonesia, Bandung, Pustaka Setia, 2014, hlm 137 – 139.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.