Prosedur Pengajuan Banding ke Pengadilan Tinggi

  • Whatsapp

Banding adalah proses menentang putusan hukum secara resmi yang dijatuhkan di pengadilan negeri. Atau upaya mengajukan kembali karena merasa ada kejanggalan dalam putusan hakim Pengadilan Negeri.

Pengajuan

Muat Lebih

Banding dapat diajukan oleh terdakwa dan/atau Jaksa.

Diajukan ke pengadilan tinggi selambat-lambatnya 14 hari setelah putusan hakim pengadilan negeri diberitahukan kepada terdakwa. Selebihnya, permohonan banding ditolak. (Pasal 7 ayat 1 dan 2 undang-undang No 20 Tahun 1947).

Semua putusan hakim pengadilan negeri dapat diajukan banding kecuali:

  • Putusan bebas
  • Putusan lepas dari segala tuntutan hukum
  • Putusan dalam acara cepat (kecuali putusan yang berupa perampasan kemerdekaan)

Alasan pengajuan

  • Hakim khilaf, atau kurang memperhatikan / kurang sempurna dalam hal-hal yang terungkap di persidangan.
  • Hakim tidak tepat mempergunakan istilah, atau keliru menafsirkan unsur-unsur perbuatan pidana.

Pencabutan

Pemohon dapat sewaktu-waktu mencabut permohonannya sebelum Hakim pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan.

Memori banding

A. Identitas terdakwa (pemohon), penasehat hukum (kalau ada), penuntut umum.

B. Putusan hakim Pengadilan Negeri

C. Dakwaan jaksa

D. Alat bukti/ fakta yang terungkap di persidangan

E. Penilaian pemohon

F. Permintaan pemohon

G. Tanda tangan pemohon

Memori (berkas) di atas lalu dikirim ke Pengadilan Tinggi. Bila diperlukan Hakim, Pengadilan Tinggi dapat memanggil terdakwa, penuntut umum, dan saksi untuk diperiksa (dikonfirmasi) lebih lanjut.

Jenis putusan hakim Pengadilan Tinggi

  1. Menguatkan putusan hakim pengadilan negeri.
  2. Mengubah putusan hakim pengadilan negeri
  3. Membatalkan putusan hakim pengadilan negeri

_________

Sumber:

Dedi Supriyadi, M.Ag., Kemahiran Hukum Teori dan Praktik, Pustaka Setia, Bandung, 2013, hlm: 175-184.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.