Realita dan Ciri Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa

Kiranya sudah tidak asing lagi, bahwa bahasa Inggris adalah bahasa nomor satu dunia. Hampir semua lini, terutama teknologi, menggunakan bahasa ini.

Di Indonesia misalnya, beberapa perusahaan menerapkan syarat kecakapan berbahasa Inggris, terlebih dengan pengadaan TOEFL (Test of English as a Foreign Language).

Demikian pula di institusi pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar hingga jenjang yang lebih tinggi, kini berlomba-lomba mencetak siswa mahir berbahasa Inggris.

Atas dasar ini, tidak heran jika banyak yang mencari tempat alternatif pembelajaran secara intens.

Salah satunya adalah Kampung Inggris. Hingga kini, kampung inggris selalu dibanjiri oleh para pemikat bahasa Inggris.

Setiap hari kita lihat, banyak sekali upaya yang dilakukan peserta dalam mempelajari bahasa di Kampung Inggris.

Namun apakah semua itu sudah cukup? Dalam artian, yang penting mereka sekedar pandai dalam bidang bahasa yang dipelajari.

Pendidikan karakter di Kampung Inggris

Jika dipikir-pikir, pembelajaran bahasa hanyalah bagian terkecil dari pendidikan. Untuk apa mencetak generasi yang pandai berbahasa asing, jikalau sikap peserta pada akhirnya sungguh kurang atau bahkan tidak terpuji.

Tujuan pendidikan tidak hanya berupaya melahirkan genarasi yang pandai dalam penguasaan materi, tapi juga sadar akan pentingnya menjaga perilaku. Dua poin inilah yang seharusnya menjadikan pendidikan karakter di Kampung Inggris diusung setinggi-tingginya.

Dengan pendidikan karakter, selesainya menamatkan pendidikan di Kampung Inggris, mereka tidak hanya membawa pengetahuan bahasa belaka, melainkan juga sikap mulia yang meliputi kedisiplinan, ketekunan, kerendahan hati, dan lain-lain.

Inilah yang sebenarnya diharapkan dari sistem pendidikan bahasa di Fabelia.

Tentu orang yang memiliki kepandaian dan akhlak mulia akan dipandang positif di mata manusia.

Ciri-ciri pendidikan karakter

Ciri-ciri penerapan pendidikan karakter di Kampung Inggris diantaranya seperti:

• Implementasi tanggung-jawab setiap elemen, baik guru maupun peserta
• Peduli pada kedisiplinan
• Menjaga kebersihan lingkungan
• Penerapan ujian dengan penuh kejujuran, sadar bahwa menyontek, bekerjasama dengan yang lainnya dalam ujian adalah hal yang buruk
• Peduli terhadap sesama dan masyarakat sekitar, terutama terhadap orang-orang lemah
• Menghormati norma-norma masyarakat

Itulah sekelumit idealisme pendidikan yang sangat didambakan dalam pembelajaran bahasa.

Bagaimana menurut anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.