PELANGI INDAH DI LANGIT STISNU NUSANTARA

Kampus saya bernama Stisnu Nusantara, sebuah kampus sederhana yang lahir dari pemikiran-pemikiran para Kyai-Kyai serta sesepuh-sesepuh yang berada di Tangerang Raya untuk membuat sebuah Kampus Nahdlatul ‘Ulama di daerah Tangerang (Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang).

Nama Stisnu sendiri memiliki singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul ‘Ulama, sedangkan nama Nusatara memiliki singkatan atau kepanjangan dari Nahdlatul ‘Ulama Santri Tangerang Raya.

Kampus saya memang sederhana, bahkan lebih sederhana dari kampus-kampus Perguruan Tinggi lain yang saya tahu , namun semua itu tak membuat saya patah semangat dalam belajar dan mewujudkan mimpi indah saya menjadi manusia terpelajar bukan menjadi manusia kurang hajar.

Baca:

Meskipun dalam system belajar di dalam kelas saya (Hukum Ekonomi Islam) sering di gabumg dengan jurusan lain yakni (Hukum Keluarga Islam), karena memang sedang ada mata kuliah yang sama akhirnya ada dosen yang menggabung kedua jurusan tersebut dalam 1 kelas.

Meskipun ada pro dan kontra dalam system pengajaran yang di gabumg seperti itu, namun tak membuat saya harus membenci antar jurusan atau pun sampai membenci dosen yang mengajarkan saya, sebab saya berfikir positif mungkin tujuan dari dosen untuk menggabung 1 mata kuliah dalam 1 kelas dengan 2 jurusan berbeda, karena dosen saya ingin mengenalkan bagaimana indahnya saling mengenal satu sama lain meskipun jurusan berbeda.

Tidak hanya soal kelas yang di gabung, di kampus saya pun memiliki wadah bermacam-macam organisasi, baik organisasi internal maupun organisasi eksternal, mulai dari DEMA/BEM, PMII, SANUPALA, NUN NISWAH, NGAJI PANCASILA, hingga komunitas SARJANA WARTEG.

Semua (Organisasi atau Komunitas) memiliki visi dan misi yang sama, meskipun latar belakang berbeda namun Stisnu Nusantara menyatukan kita untuk menjadi seperti sebuah pelangi yang memiliki banyak warna (Berbeda) namun memiliki 1 tujuan yakni memberikan keindahan.

Hirup pikuk kampus saya memang tak semewah kampus lain, namun bukan berarti saya dan teman-teman saya tidak bisa menciptakan keindahan dalam bingkai kebersamaan.

Apa lagi ketika saya dan teman-teman saya ingin hendak melaksanakan sholat, dan ketika sesampainya kami di mushollah air keran musholah kampus kami tidak keluar air, kami memutuskan untuk mencari musholah atau masjid terdekat untuk melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang muslim yakni sholat fardhu.

Begitu sederhananya memang kampus saya, sebuah kampus yang berada di jalan perintis kemerdekaan, yang berada di Kota Tangerang tepatnya di lingkungan pendidikan jantungnya Kota Tangerang yakni Cikokol, kampus saya berada di antara kampus-kampus mewah seperti UMT (Universitas Muhamamadiyah Tangerang), UNIS (Universitas Negeri Islam Syech Syarif Hidayatullah).

Kampus saya memang sedang  merintis karena memang baru berdiri sekitar tahun 2012, kampus sederhana yang sedang merintis di jalan perintis.

Besar harapan saya agar ketika kelak kampus saya berubah status, dari yang tadinya Perguruan Tinggi menjadi Institut hingga menjadi universitas, namun semua itu tidak dapat terwujud dalam waktu yang cepat, melainkan pada moment yang tepat.

Inilah sebuah keindahan yang bagi saya hanya bisa di temui di langit Stisnu Nusantara, tidak akan pernah ada di langit mana pun keindahan ini.

Semoga saja keindahan ini akan terus terpancarkan dari setiap lembaran demi lembaran semester yang saya jalani, hingga saya dapat menceritakan sebuah sejarah indah bagaimana ada kampus yang sedang merintis di jalan perintis, hingga menjadi sebuah kampus universitas bukan lagi sekolah tinggi atau pun institute.

Terima Kasih;-)

Benda, Kota Tangerang, 29 November 2018

ANGGI KURNIAWAN (Hukum Ekonomi Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.