Aturan Pelaksanaan Putusan Pengadilan dalam KUHAP (Pidana)

  • Whatsapp

Berikut adalah aturan pelaksanaan putusan pengadilan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana:

Pelaksana

Muat Lebih

Setiap pelaksanaan putusan yang berkekuatan hukum tetap dilaksanakan oleh jaksa.  (Pasal 270 KUHAP)

Pidana Mati

Pidana mati tidak dilaksanakan di muka umum (Pasal 271 KUHAP)

Pidana Penjara / Kurungan

Jika terpidana penjara  / kurungan dijatuhi hukuman pidana sejenis lainnya, maka semua pidana tersebut dijalankan secara berturut-turut dengan menjalani pidana yang dijatuhkan terlebih dahulu. (Pasal 272 KUHAP)

Pidana Denda

Jangka waktu pelaksanaan pidana denda selambat-lambatnya ditunaikan dalam waktu satu bulan, kecuali jika putusan pengadilan mengharuskan dilunasi seketika. (Pasal 273 ayat 1 KUHAP)

Jangka waktu pembayaran denda bisa diperpanjang satu bulan jika terdapat alasan yang kuat. (Pasal 273 ayat 2 KUHAP)

Pidana bersyarat

Pelaksanaan pidana bersyarat dilakukan dengan pengawasan dan pengamatan sungguh-sungguh sesuai undang-undang. (Pasal 276 KUHAP)

Perampasan Barang Bukti

Barang bukti yang dirampas untuk negara dikuasakan oleh jaksa kepada kantor lelang, yang kemudian  dalam waktu tiga bulan barang bukti tersebut dilelang untuk menambah kas negara. Dan perpanjangan jangka waktu lelang adalah satu bulan. (Pasal 273 ayat 3 & 4 KUHAP, lihat juga Pasal 46 KUHP)

Ganti Kerugian

Segala putusan mengganti kerugian dilaksanakan menurut tata cara putusan perdata (Pasal 274 KUHAP, lihat juga Pasal 99 KUHP)

Biaya Perkara

Apabila terpidana dalam satu perkara lebih dari satu orang, maka biaya perkaranya ditanggung bersama secara berimbang. (Pasal 275 KUHAP)

________

Sumber: Dr. Andi Hamzah, S.H., KUHP & KUHAP, Rineka Cipta, Jakarta, 2014, hlm: 343-344.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.