Pengertian dan Pembagian Objek Hukum dalam KUH Perdata

  • Whatsapp

Objek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek perhubungan hukum.

Dalam Hukum Perdata, yang dimaksud dengan objek hukum adalah benda, yaitu segala barang atau hak yang dapat dimiliki. Sebagaimana diterangkan dalam Pasal 499 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)) berikut:

Muat Lebih

Menurut paham Undang-undang yang dinamakan kebendaan ialah tiap-tiap barang dan tiap-tiap hak yang dapat dikuasai oleh hak milik.

Menurut Wujudnya

Berdasarkan pasal 503 KUH Perdata, Benda tersebut terbagi menjadi dua:

  • Benda berwujud: yaitu segala barang yang dapat ditangkap oleh panca indra. Seperti Motor, mobil, rumah, tanah, dan lain sebagainya.
  • Benda tak berwujud: yaitu segala hak yang dapat dimiliki dan dirasakan keberadaannya. Seperti hak cipta, hak merk, dan lain-lain.

Baca artikel terkait berikut:

1. Cara Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan
2. Pengertian, Unsur, Asas, Kelemahan dan Manfaat Arbitrase
3. Arti, Tujuan dan Contoh Kodifikasi hukum
4. Perbedaan Hukum Privat dan Hukum Publik
5. Macam-Macam Pembagian Hukum

Menurut Fungsinya

Berdasarkan pasal 504 KUHP, Benda berwujud terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

  • Benda bergerak: yaitu benda yang dapat dipindahkan. Seperti kendaraan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain.
  • Benda tidak bergerak: tidak dapat dipindahkan, seperti tanah, pepohonan, rumah, dan lain-lain.

_______

Referensi:

Drs. C.S.T. Kansil, S.H., Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1980, hlm: 118-119.

KUH Perdata dan KUHA Perdata, Bandung, Pustaka Buana, 2015, hlm: 147.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.