Tips Sukses Menerima Informasi Secara Efektif

Diperlukan usaha yang lebih untuk menangapi informasi yang diberikan orang lain. Proses menerima informasi dapat secara efektif dilakukan dengan adanya kepekaan, keterbukaan, kespesifikan, serta dukungan.

Efektifitas Menerima Informasi

Berdasarkan urutan terpenting, saya mulai dari kepekaan terlebih dahulu. Simak secara seksama!!

Kepekaan

Meningkatkan kepekaan terhadap pesan-pesan yang datang dapat menstimulasi pikiran anda untuk mengolah info.

Kebanyakan informasi yang mengalir berbentuk nonverbal. Kerutan wajah, senyum lebar, mata melotot, jabatan tangan, anggukan kepala, dan lain sebagainya adalah pesan yang datang seiring kata-kata.

Pesan nonverbal ini adalah yang lebih dapat dipercaya. Kita dapat memahami kesedihan seseorang melalui rahut wajah, kondisi fisik, dan nada pembicaraan. Meski ia sendiri berupaya menutup-nutupinya dengan mengatakan “saya tidak memiliki masalah”.

Umpan balik verbal datang dalam berbagai pola. Bisa dalam kata yang singkat, seperti “ya” atau “tidak”. Bisa juga dalam paragraf yang begitu panjang.

Di samping itu, ada informasi vebal yang berbentuk halus.

Misalnya saat seseorang sedang tidak punya uang, ia berkata”Saya belum makan”, “Harganya mahal”, atau “Saya belum bisa membelinya”.

Saat saya menyukai Anda, beberapa jurus yang dikeluarkan seperti “Nanti cowoknya marah !!, Jalan-jalan yuk, Bisa saya bantu?”. Pernyataan-pernyataan ini saya ungkapkan untuk memikat. Meski harus melakukan SEDIKIT pengorbanan.

Untuk memahami pesan-pesan halus ini, diperlukan kekepekaan yang tinggi.

Keterbukaan

Tanggapan dan sikap terbuka Anda sendiri menjadi faktor penting untuk menerima informasi.

Informasi yang diterima bisa dalam bentuk yang tidak menyenangkan.

Sehingga menimbulkan sikap defensif, dengan menolak pesan meski yang disampaikan adalah benar.

Sebagai contoh, saat menerima info negatif, Anda bereaksi seperti “Jika kamu bilang saya keras, lihat dirimu sendiri”.  Atau memberikan isyarat defensif dengan mengepalkan tangan, bermuka masam, atau bersedekap.

Jika hal ini terjadi, berarti Anda menghentikan arus informasi.

Dukungan

Bersikaplah lebih proaktif dalam menerima informasi. Dengan menggerakan gerak tubuh yang mendukung saat kita mendengarkan, orang akan bersenang hati memberi informasi lebih detail.

Contoh sederhana…

Jika Anda bercerita tentang pengalaman-pengalaman pribadi, lalu saya berusaha aktif mendengarnya, dibarengi senyuman, anggukan kepala, dan rahut wajah yang berseri-seri. Tentu Anda akan merasa dihargai. Sehingga tetap semangat melakukan pembicaraan. Padahal sebenarnya saya sedang mempelajari Anda.

Kespesifikan

Saat kita melakukan percakapan, banyak info yang masuk dalam bentuk acak.

Agar lebih relevan, serta menyesuaikan keperluan, lakukan analisa dan terjemahkan ke dalam info yang spesifik.

Pikirkan apa maksud dari pesan yang Anda terima, Apakah sudah relevan, bagaimana manfaat info yang disampaikan, demikian seterusnya.

Jika hal ini tidak ditindaklanjuti, informasi yang mengalir akan terabaikan.

Kita kerap lupa terhadap info yang diperlukan, karena pada saat disampaikan, kita menganggapnya tidak penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.