6 Langkah Strategis Membangun Persepsi dengan Akurat

Persepsi sosial yaitu suatu proses pemahaman seseorang terhadap orang lain atau realitas sosial.

Saat berinteraksi, kita mendapat gambaran atau informasi orang yang diajak bicara.

Kita ingin memahami orang lain dengan akurat.

Persepsi terbangun berdasarkan pesan-pesan komunikasi yang diterima, yang kemudian membuat pola pikir tertentu.

Untuk membangun persepsi, diperlukan cara-cara tertentu.

Manfaatnya, disamping untuk menghindari ketidakpastian, cara ini berfungsi sebagai data yang kita perlukan kelak.

Cara Membangun Persepsi

Berikut beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk membangun persepsi.

1. Mencari pertunjuk

Carilah petunjuk yang mengarah pada sasaran. Semakin banyak petunjuk yang kita raih, akan samakin baik untuk meminimalisir kekeliruan.

Petunjuk ini diperoleh bisa secara langsung.

Yaitu dengan bertatap-muka sekaligus mengamati bagaimana kepribadian orang yang kita hadapi.

Kita perhatikan mimik, pakaian, gesture, serta kata-kata yang ia gunakan.

Orang terdidik umumnya menggunakan kalimat yang terstruktur rapi, serta kaya akan pilihan kata (diksi).

Petunjuk lain kita dapatkan melalui tulisan, karya, dan juga dari orang-orang dekatnya.

[su_note note_color=”#ecfaff”]Baca juga:

[/su_note]

2. Buatlah hipotesis

Berdasarkan apa yang Anda amati, buatlah hipotesis.

Yaitu kesimpulan sementara atas informasi dan bukti-bukti yang Anda dapatkan tentang orang yang dimaksud.

3. Info kontradiktif

Amati juga informasi-informasi kontradiktif.

Atau informasi yang bersebrangan.

Petunjuk ini akan sangat bermanfaat untuk mempertimbangkan relevan tidaknya hipotesis yang kita buat.

4. Jangan gegabah

Jangan menarik simpulan akhir hingga Anda yakin, dengan medalami semua petunjuk, baik yang pro maupun kontra.

Manusia begitu kompleks.

Kita tidak serta merta dapat menarik kesimpulan dari bentuk fisiknya saja.

Meski bergaul setiap hari, dan mengenal bagaimana karakternya, belum tentu kita mengetahui bagaimana maksud dan tujuan pastinya.

Seorang mata-mata kerap berakting se profesional mungkin agar dipercaya, berbuat sebaik-baiknya, berpenampilan dengan meyakinkan, namun dibalik itu, ia justru menerkam.

5. Hormati perbedaan

Jangan menganggap orang lain harus seperti Anda.

Hormatilah keberagaman.

Cara berpikir mereka berbeda.

Dua orang kembar yang sangat identik pasti memiliki kepribadian yang berbeda.

Meski keduanya hidup dan tinggal di tempat yang sama.

6. Hindari bias

Waspadai bias yang Anda lakukan.

Sebagai contoh, Anda hanya mau menerima informasi-informasi positif tentang orang yang Anda suka, namun hanya menampung berbagai info negatif tentang orang yang Anda benci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.