Daftar Masa Kadaluarsa Penuntutan Pidana dalam KUHP

Kadaluarsa penuntutan artinya negara (dalam hal ini diwakili oleh pejabat penuntut umum) tidak bisa menuntut si pelaku tindak pidana karena tenggang waktu penuntutannya sudah lewat.

Misalnya seseorang melakukan pencurian. Berdasarkan undang-undang, ia diancam dengan pidana maksimal 5 tahun penjara (pasal 362 KUHP). Sedang setiap pidana diatas 3 tahun penjara masa kadaluarsanya adalah 12 tahun. Jika selama 12 tahun tersebut si pelaku belum juga dapat ditangkap, maka setelahnya (setelah 12 tahun) ia bebas dari tuntutan pidana.

Baca: Dasar-Dasar Hapusnya Hak Negara Menuntut Pidana

Dasar Kadaluarsa Penuntutan

Adapun dasar kadaluarsa penuntutan adalah pasal 78 KUHP berikut:

(1) Kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa:

  1. mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan sesudah satu tahun;
  2. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun;
  3. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun;
  4. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah delapan belas tahun.

(2) Bagi orang yang pada saat melakukan perbuatan umurnya belum delapan belas tahun, masing-masing tenggang daluwarsa di atas dikurangi menjadi sepertiga.

Baca juga:

Kualifikasi Pasal Pemberat Pidana Secara Khusus
Alasan dan Metode Penafsiran Hukum Secara Logis
Garis Besar Isi Undang-Undang Peradilan Agama Indonesia
Hak Tersangka dan Terdakwa Menurut KUHAP (Pidana)

Kadaluarsa Orang Dewasa

Berdasarkan ketentuan pasal 78 ayat 1 KUHP di atas, kewenangan menuntut pidana menjadi gugur dalam tenggang waktu tertentu. Khusus untuk pelaku yang berusia 18 tahun ke atas, kadalauarsanya adalah sebagai berikut:

1. Kadaluarsa 1 tahun

Tenggang waktu ini berlaku untuk semua tindak pidana kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan dengan percetakan.

2. Kadalularsa 6 tahun

Berlaku bagi setiap tindak pidana kejahatan yang diancam dengan denda, pidana kurungan, atau pidana penajara paling lama tiga tahun.

3. Kadaluarsa 12 tahun

Berlaku bagi segala tindak pidana kejahatan yang diancam penjara lebih dari tiga tahun

4. Kadaluarsa 18 tahun

Berlaku untuk setiap tindak pidana yang diancam dengan hukuman mati, atau pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara dua puluh tahun.

Kadaluarsa Anak (di Bawah Umur)

Jika pelaku berusia di bawah 18 tahun, berdasarkan pasal 78 ayat 2, kadaluarsanya dikurangi sepertiga. Jika diperinci, kadaluarsa anak di bawah umur adalah sebagai berikut:

1. Kadaluarsa 8 bulan

Tenggang waktu ini berlaku jika si anak melakukan tindak kejahatan dan pelanggaran yang berhubungan dengan percetakan.

2. Kadalularsa 4 tahun

Berlaku jika ia melakukan kejahatan yang diancam dengan denda, pidana kurungan, atau pidana penajara paling lama tiga tahun.

3. Kadaluarsa 8 tahun

Berlaku jika ia melakukan kejahatan yang diancam penjara lebih dari tiga tahun

4. Kadaluarsa 12 tahun

Berlaku jika ia melakukan tindak pidana yang diancam dengan hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau penjara dua puluh tahun.

_______

Referensi:

Drs. Adami Chazawi, S.H., Pelajaran Hukum Pidana Bagian 2, Jakarta, RajaGrafindo Persada, 2016, hlm: 182.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.