Macam-Macam Pidana Anak Menurut Undang-Undang

Menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 (Anak yang berusia di bawah 12 tahun tapi belum 18 tahun), jika diduga melakukan tindak pidana disebut anak yang berkonflik dengan hukum.

Adapun sanksi yang dijatuhkan kepada anak yang berkonflik tersebut bisa berupa pidana atau sanksi tindakan.

Pidana Pokok

Pidana pokok yang dapat diterapkan kepada anak adalah sebagai berikut:

1. Pidana peringatan

Pidana paling ringan, dimana anak yang bersangkutan hanya diberi peringatan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

2. Pidana bersayarat

Apabila hakim mejatuhkan sanksi dua tahun penjara kepada Anak, sanksi tersebut bisa tidak diterapkan kepada anak yang bersangkutan, dengan syarat melaksanakan hal-hal berikut:

  • Mengikuti program penyuluhan yang dilakukan pejabat Pembina
  • Mengikuti terapi di rumah sakit jiwa
  • Mengikuti terapi pengguna alcohol, narkoba, dan sejenisnya

Pidana bersayarat di atas semuanya diterapkan untuk mendidik.

3. Pidana pelatihan kerja

Pidana ini dilaksanakan di lembaga yang harus sesuai dengan usia anak. Diikuti paling singkat tiga bulan, paling lama satu tahun.

4. Pidana pembinaan

Dilaksanakan di lembaga pelatihan kerja atau lembaga pembinaan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau badan swasta. Durasinya paling singkat tiga bulan, paling lama 2 tahun

5. Pidana penjara

Pidana ini dijatuhkan karena tindakan yang dilakukan si anak tergolong membahayakan masyarakat. Pidana ini diselenggarakan di Lembaga pembinaan Khusus anak (LPKA).

[su_note note_color=”#fcfce1″]Baca juga:

  1. Daftar Masa Kadaluarsa Penuntutan Pidana dalam KUHP
  2. Dasar-Dasar Hapusnya Hak Negara Menuntut Pidana
  3. Kualifikasi Pasal Pemberat Pidana Secara Khusus
  4. Alasan dan Metode Penafsiran Hukum Secara Logis

[/su_note]

Tindakan

Adapun sanksi tindakan yang dijatuhkan hakim kepada anak bisa berupa:

  • Pengembalian kepada orang tua atau walinya
  • Penyerahan kepada seorang dengan tujuan untuk kepentingan anak yang bersangkutan
  • Perawatan di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak)
  • Perawatan di Rumah Sakit Jiwa (paling lama satu tahun)
  • Kewajiban mengikuti pendidikan formal, atau mengikuti pelatihan yang diselenggarakan pemerintah / lembaga swasta
  • Perbaikan akibat tindak pidana
  • Pencabutan surat izin mengemudi (SIM)

Artikel terkait: Uraian Lengkap Jenis Putusan Hakim dalam Sidang Pengadilan

_____

Referensi:

Drs. Adami Chazawi, S.H., Pelajaran Hukum Pidana Bagian 2, Jakarta, RajaGrafindo Persada, 2016, hlm: 102 -107

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.