Macam-Macam Hukuman Ta’zir dalam Islam

  • Whatsapp

Dalam uraian sebelumnya disebutkan bahwa hukuman ta’zir adalah hukuman yang belum ditetapkan oleh Syara’. Sehingga dalam hal ini hakim / negara diberi kewenangan penuh untuk merumuskan aturan-aturannya, dan menetapkan sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap peraturan tersebut.

Baca kembali: Inti perbedaan hukuman had, qisas dan ta’zir.

Muat Lebih

Adapun macam-macam hukuman ta’zir dapat anda ketahui sebagaimana berikut:

1. Hukuman Mati

Hukuman mati biasanya diterapkan pada kasus-kasus tertentu dalam had dan qisas. Seperti pada pelaku zina muhsan dan pelaku pembunuhan dengan sengaja. Namun ternyata hukuman mati juga bisa diterapkan dalam ta’zir.

Kalangan madzhab syafi’iyah, malikiyyah, hanabilah dan hanafiyyah juga mengiyakan bahwa hukuman mati bisa dibelakukan dalam ranah ini.

Mengenai perbuatan-perbuatan yang layak dijatuhi hukuman mati diantaranya seperti spionase dan melakukan kerusakan di muka bumi (menurut malikiyah dan sebagian hanabilah), Penyebaran aliran sesat yang menyimpang dari al-Qur’an dan Sunnah (Menurut Syafi’iyyah), Menghina nabi berulang kali (menurut Hanafiyyah).

2. Hukuman Cambuk

Yaitu hukuman dengan mukulkan cambuk / semacamnya ke anggota badan. Di Indonesia, bisa detarapkan dengan rotan.

Ketentuan hukuman ini tidak boleh diarahkan ke wajah dan anggota-anggota vital manusia.

Baca: dasar dan tata cara hukuman cambuk dalam Islam

3. Hukuman Penjara

Berupa penahanan di suatu tempat yang telah dipersiapkan oleh negara.

Ada dua jenis hukuman penjara. Pertama penjara terbatas, dimana lama waktunya sudah ditentukan oleh hakim. Kedua, penjara seumur hidup, yaitu dipenjara hingga mati.

Baca: dasar dan jenis hukuman penjara dalam Islam

Tampaknya terdapat perbedaan antara penjara seumur hidup versi hukum islam dengan penjara seumur hidup di negara Indonesia.

Penjara seumur hidup versi hukum islam yaitu pelaku ditahan hingga dia meninggal. Sedang penjara seumur hidup versi negara Republik Indonesia yaitu pelaku ditahan selama waktu sesuai dengan umurnya. Jika pelaku berumur 25 tahun, maka penjara seumur hidupnya adalah 25 tahun, jia ia berumur 40 tahun, maka penjara seumur hidupnya adalah 40 tahun, demikian seterusnya.

4. Hukuman pengasingan

Yang dimaksud dengan hukuman pengasingan adalah pelaku di asingkan dari daerah tempat asal pelaku.

Bahasa kasarnya adalah dibuang disuatu wilayah tertentu.

Adapun hukuman ta’zir ini diterapkan kepada pelaku yang mungkin dapat mempengaruhi orang lain untuk berbuat seperti dirinya.

Seperti yang diterapkan kepada para waria pada masa Nabi yang diasingkan ke luar wilayah madinah.

5. Hukuman Denda

Yaitu hukuman yang berupa penyerahan sejumlah harta yang telah ditentukan kisarannya.

Hukuman denda yang dibarengi dengan hukuman lain tidaklah merupakan suatu pelanggaran bagi hakim. Dalam ta’zir, hakim diberi keleluasan menentukan sanksinya, sesuai dengan aturan yang berlaku. Meski demikian, hakim tidak boleh sewenang-wenang. Dia harus melihat pelaku, jarimah, situasi dan kondisi kejahatan yang diperbuat.

6. Mengubah bentuk barang

Mengubah bentuk barang dalam hukuman tazir dapat dilakukan dalam beberapa hal.

Pertama, menghancurkan barang sitaan. Seperti membakar atau menghancurkan botol minuman keras. Menghancurkan tempat-tempat pemujaan.

Kedua, memotong bagian tertentu pada barang. Misalnya memotong kepala patung hingga mirip dengan pohon.

7. Peringatan

Selain ketentuan-ketentuan sanksi di atas, hakim juga diberi kewenangan menjatuhkan sanksi dengan hanya memberi peringatan kepada si pelaku.

Umumnya tindak pidana yang dilakukan berupa pidana ringan, atau pelaku masih di bawah umur.

________

Referensi:

Drs. Makhrus Munajat, M. Hum., Hukum Pidana Islam di Indonesia, Yogyakarta, Teras, 2009, hlm: 196.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.