Macam-Macam Putusan Hakim dalam Sidang Perkara Pidana

Secara umum, ada dua jenis putusan hakim dalam sidang pengadilan. Yaitu putusan mengenai prosedur acara peradilan, dan putusan mengenai pokok perkaranya.

Putusan mengenai prosedur acara muncul karena tidak terpenuhinya aturan-aturan acara peradilan, Sedang putusan seputar pokok perkara berkaitan dengan bersalah tidaknya si terdakwa.

Putusan Hakim Mengenai Prosedur Acara

Putusan ini dibagi kembali dalam beberapa jenis, sesuai dengan dasar dan alasannya masing-masing.

1). Putusan tentang dakwaan jaksa penuntut umum tidak dapat diterima. Hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu:

  • tidak ada pengaduan dari korban / pengampu korban / kuasa korban dalam perkara tindak pidana aduan.
  • perkaranya sudah kadaluarsa.
  • tindak pidana yang didakwakan tidak sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan.

2). Putusan bahwa hakim tidak berwenang mengadili perkaranya. Biasanya perkara yang dihadapkan menjadi wewenang pengadilan negeri lain.

3). Putusan tentang dakwaan penuntut umum batal demi hukum. Disebabkan surat dakwaan tidak memenuhi syarat formal, karena identitas si terdakwa tidak jelas (tidak sesuai dengan KUHAP pasal 143 ayat 2).

4) Putusan tentang penangguhan penuntutan. Seperti penangguhan penuntutan pencurian, karena menunggu putusan perkara perdata mengenai siapa yang berhak terhadap barang yang dicuri tersebut.

5). putusan tentang dakwaan dibatalkan. Hal ini disebabkan oleh:

  • tidak terpenuhinya syarat materiil, karena tidak jelasnya apa yang didakwakan.
  • Jaksa penuntut umum telah melakukan perubahan surat dakwaan (melanggar ketentuan pasal 144 ayat 2 dan 3 KUHAP).

Baca juga:

  1. Hak Tersangka dan Terdakwa Menurut KUHAP (Pidana)
  2. Kualifikasi Pasal Pemberat Pidana Secara Khusus
  3. Alasan dan Metode Penafsiran Hukum Secara Logis
  4. Asas-Asas Hukum Pidana dalam KUHP

Putusan Hakim Mengenai Pokok Acara

Adapun putusan hakim mengenai pokok acaranya, atau terhadap tindak pidana yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum terbagi menjadi 4, yaitu:

1). Putusan pembebasan

Putusan ini disebabkan karena terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana. Dalam artian, putusan hakim tidak menyatakan bahwa si terdakwa melakukan tindak pidana seperti apa yang didakwakan, atau menyatakan si terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana yang didakwakan.

2). Putusan pelepasan dari tuntutan hukum. Putusan ini disebabkan:

  • karena terdakwa terbukti berbuat, akan tetapi perbuatannya tidak termasuk tindak pidana.
  • terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, akan tetapi adanay alasan-alasan yang meniadakan pidana. Misalnya karena daya paksa, pembelaan terpaksa, dan lain-lain.

Artikel terkait:

  1. Dasar-dasar Peniadaan Pidana di Indonesia
  2. Dasar-Dasar Hapusnya Hak Negara Menuntut Pidana

3).  Putusan penghukuman. Yaitu putusan yang disahkan hakim karena si terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana.

4). Putusan berisi tindakan. Putusan ini diantaranya:

  • hakim memerintahkan anak yang bersalah dikembalikan kepada orang tuanya.
  • hakim memerintahkan agar anak yang bersalah tersebut diserahkan kepada pemerintah untuk mendapat pendidikan.

_____

Referensi:

Drs. Adami Chazawi, S.H., Pelajaran Hukum Pidana Bagian 2, Jakarta, RajaGrafindo Persada, 2016, hlm: 165 -161.

2 thoughts on “Macam-Macam Putusan Hakim dalam Sidang Perkara Pidana

  1. Assalamualaikum.mf pak mau tanya dakwaan jaksa penuntut umum gk bsa diterima salah satu penyebabnya kan perkara nya sudah kadaluarsa,yg saya tanyakan masa kadaluarsa dlm hal ini berapa lama?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.