Ketentuan Isi, Pembuatan & Penyerahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

Setiap pendalaman kasus pidana yang dilakukan oleh penyidik dimuat dalam format Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

BAP ini nantinya diserahkan kepada penunut umum, dan dijadikan acuan olehnya dalam melakukan penuntutan di persidangan.

To the point, Artikel ini memuat tiga kategori inti seputra Berita Acara Pemeriksaan. Yaitu Isi, Pembuatan, dan Penyerahan BAP.

Untuk lebih jelasnya, simak pemaparan di bawah ini.

Isi Berita Acara Pemeriksaan

Secara global, BAP memuat pemeriksaan, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, dan pelaksanaan putusan hakim. Amati pasal KUHAP berikut:

Pasal 75

(1) Berita acara dibuat untuk setiap tindakan tentang:

a. pemeriksaan tersangka;

b. penangkapan;

c. penahanan;

d. penggeledahan;

e. pemasukan rumah;

f. penyitaan benda;

g. pemeriksaan surat;

h. pemeriksaan saksi;

l. pemeriksaan di tempat kejadian;

j. pelaksanaan penetapan dan putusan pengadilan;

k. pelaksanaan tindakan lain sesuai dengan ketentuan dalam undang-undang ini.

(2) Berita acara dibuat oleh pejabat yang bersangkutan dalam melakukan tindakan tersebut pada ayat (1) dan dibuat atas kekuatan sumpah jabatan.

(3) Berita acara tersebut selain ditandatangani oleh pejabat tersebut pada ayat (2) ditandatangani pula oleh semua pihak yang terlibat dalath tindakan tersebut pada ayat (1).

Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan

Berdasarkan otoritas, penyidik memiliki wewenang untuk membuat BAP. Sebagaimana dimuat dalam KUHAP Pasal 8 Ayat 1 berikut:

(1) Penyidik membuat berita acara tentang pelaksanaan tindakan sebagaimana dimaksud dalam PasaI 75 dengan tidak mengurangi ketentuan lain dalam undang-undang ini.

Meski demikian, penyidik pembantu juga dapat membuatnya, hanya saja, ia tidak dapat menyerahkan langsung ke penuntut umum kecuali jika BAP-nya berisi tentang pemeriksaan cepat.

Baca Kembali Tugas dan Wewenang penyidik pembantu pada artikel kami sebelumnya.

Baca juga:

Penyerahan BAP

Setelah dibuat, tugas selanjutnya adalah menyerahkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik kepada Penuntut Umum.

Kemudian Penuntut Umum memeriksa BAP tersebut. Jika berita acara tersebut dianggap belum lengkap, maka Penuntut umum menyerahkan kembali kepada penyidik untuk segera dilengkapi.

Namun jika dinyatakan lengkap, maka selanjutnya penyidik menyerahkan tanggungjawab atas tersangka berikut barang bukti kepada penuntut umum.

Hal ini termaktub dalam KUHAP Pasal 8 ayat 2 dan 3 berikut:

(2) Penyidik menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum.

(3) Penyerahan berkas perkara sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan:

a. pada tahap pertama penyidik hanya menyerahkan berkas perkara;

b. dalam hal penyidikan sudah dianggap selesai, penyidik menyerahkan tanggung jawab atas tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.