Syarat-Syarat Utama Terjadinya Interaksi Sosial

Manusia adalah mahluk sosial. Ia akan terus hidup berdampingan satu sama lain. Saling menjalin hubungan serta melakukan interaksi sosial.

Melalui interaksi, kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Pedagang menjual dagangannya, guru mengajarkan muridnya, Ibu menyusui anaknya, demikian seterusnya.

Syarat Interaksi Sosial

Dalam sosiologi, interaksi sosial tidak mungkin terpenuhi jika tidak memenuhi 2 syarat berikut:

Pertama, adanya kontak sosial
Kedua, terjadinya komunikasi sosial

Kedua syarat tersebut tidak bisa lepas dari interaksi manusia. Dalam sesi acara, saya berjumpa dengan Anda. Kita sama-sama saling bertatap muka, meski dari kejauhan. Nah disinilah terjadi kontak. Namun masing-masing dari kita belum melakukan komunikasi. Karenannya tidak ada interaksi sosial diantara kita.

Dalam kasus lain, saya belum berinteraksi dengan Anda jika Anda hanya membaca artikel ini. Yang terjadi hanyalah komunikasi satu arah. Saya menulis, dan Anda membaca. Namun jika kita berdua menindaklanjutinya ke sesi tanya jawab, disitulah terjadi interaksi sosial. Sebab kita berdua melakukan kontak dan komunikasi sosial secara bersamaan.

Ingat, komunikasi dan kontak ini tidak mesti harus terjadi dalam pertemuan. Dunia sudah modern. Hampir setiap dari kita dapat berkomunikasi dari jarak jauh. Serta dapat melakukan hubungan sosial antar benua, walau berbeda budaya dan sebelumnya belum pernah bertatap muka.

Sebelum saya bahas lebih jauh, apakah Anda memahami perbedaan kontak dan komunikasi sosial? Mengingat keduanya adalah syarat mutlak atas terjadinya interaksi sosial.

1. Kontak sosial

Kata kontak berasal dari bahasa latin, “con atau cum” yang artinya bersama-sama, dan “tango” yang artinya menyentuh (Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar: 65). Dari kata dasarnya, kontak berarti hubungan bersama yang terjadi atas sentuhan fisik. Jika Anda menyentuh tangan saya, berarti anda melakukan kontak dengan saya.

Namun kini terjadi perluasan makna, dimana kontak tidak hanya terjadi disebabkan karena hubungan fisik, melainkan juga dari jarak yang tidak mesti harus bersentuhan.

Yang terpenting, Adanya pertalian antara satu dengan yang lain.

Saya menatap anda, namun anda tidak melihat saya, disini tidak terjadi kontak diantara kita. Meski saya berteriak dengan sekeras-kerasnya dihadapan anda, tapi tidak ditanggapi sedikitpun oleh Anda, tetap saja tidak terjadi kontak.

Berbeda jika anda membalas tatapan dan menanggapi panggilan saya, disinilah kontak sosial terjadi. Mengapa saya nyatakan demikian? Karena terjadi pertalian sosial antara orang yang satu dengan yang lain, antara anda dan saya.

Kita tidak serta merta menyatakan kontak batin disebut kontak sosial. Misalnya, seorang ibu yang gundah menghawatirkan anaknya yang belum pulang saat sudah larut malam. Kontak jenis ini bukanlah kontak sosial. Karena tidak melibatkan dua individu untuk saling bertalian.

2. Komunikasi Sosial

Ada banyak macam jenis komunikasi yang perlu Anda ketahui. Saat saya berbicara pada diri sendiri, terutama untuk memecahkan masalah, komunikasi ini bukanlah komunikasi sosial, melainkan komunikasi intrapribadi. Hanya terjadi pada diri saya, dan anda tidak mengetahuinya.

Baca: jenis-jenis komunikasi 

Perlu digaris-bawahi, komunikasi sosial melibatkan sekurang-kurangnya dua individu. Bisa juga antara satu orang dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok yang lain. Semuanya sama-sama melibatkan diri.

Anda yang melakukan kontak dengan saya di bangku kereta api, walaupun duduk bersebelahan, belum tentu melakukan komunikasi sosial dengan saya. Hal ini jika kita sama-sama diam, tidak membuka pembicaraan, atau tidak membuka isyarat-isyarat tertentu untuk saling berkomunikasi.

Berbeda jika saya tersenyum kepada anda, dan kemudian dibalas kembali dengan senyuman. Disinilah kontak dan komunikasi sosial terjadi. Ingat, komunikasi tidak harus verbal, atau dengan ungkapan kata-kata. Bisa juga dengan isyarat (nonverbal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.