Dasar dan Tata Cara Hukuman Cambuk dalam Syariat Islam

  • Whatsapp

Hukuman cambuk (dera) adalah jenis hukuman dengan memukulkan cambuk atau sejenisnya kepada anggota tubuh si pelaku jarimah (kejahatan).

Hukuman ini tergolong sebagai hukuman had, yaitu hukuman yang batas dan ketentuannya telah ditetapkan oleh syariat. Seperti yang terjadi pada pelaku zina, penuduh zina, dan peminum khamr.

Muat Lebih

Dalam hal lain, hukuman cambuk juga bisa diterapkan sebagai hukuman ta’zir (hukuman yang ketentuannya tidak diterangkan syariat, dalam hal ini negara / hakim dapat menentukan mekanisme sanksinya).  Seperti yang diterapkan kepada para pelaku khalwat di Nangru Aceh Darussalam.

Dasar Hukuman Cambuk

Dasara hukuman ini terbagi menjadi dua, pertama dasar hukuman yang masuk dalam ranah had, kedua, masuk dalam ranah ta’zir.

Baca kembali: Uraian Lengkap Jenis-Jenis Hukuman dalam Islam (Uqubah)

1. Ranah Had

Adapun dasar hukuman cambuk yang masuk dalam ranah had dibicarakan dalam Surat an-Nur ayat 4:

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوا بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً وَلَا تَقْبَلُوا لَهُمْ شَهَادَةً أَبَدًا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.

2. Ranah Ta’zir

Dasar sanksi cambuk yang masuk dalam kategori ta’zir terdapat pada Surat an-Nisa ayat 34:

 وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

 Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Mekanisme Dera

Ada aturan-aturan yang harus diperhatikan dalam menerapkan sanksi ini kepada si pelaku.

  • tidak memukul perut, dada, atau bagian tubuh lainnya yang membahayakan nyawa si pelaku.
  • Tidak memukul muka / kepala
  • Tidak memukul kemaluan

Larangan tidak memukul kepala dan kemaluan berdasarkan dari pernyataan Umar bin Khatab kepada eksekutor :

اياك ان تضرب الرأس والفرج

Janganlah memukul kepala dan kemaluan.

__________

Referensi:

Drs. Makhrus Munajat, M. Hum., Hukum Pidana ISlama di Indonesia, Yogyakarta, Teras, 2009, hlm: 199-201.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.