Hukum Islam | Pengertian, Macam, Sumber, Asas, Tujuan

Pengertian

Hukum Islam adalah Titah Allah yang berhubungan dengan perbuatan Mukallaf (orang yang dikenakan beban hukum / dapat dimintakan pertanggungjawaban).

Macam

Hukum Islam Terbagi menjadi dua, yaitu hukum taklifi dan wadh’i.

Hukum taklifi yaitu hukum yang berisi tentang perintah, larangan, atau pilihan terhadap mukallaf.

Hukum taklifi yang berupa perintah terbagi dua, yaitu:

  • wajib : dilaksanakan mendapat pahala, dan berdosa jika meninggalkannya, seperti shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, zakat, dll.
  • Sunnah: terdapat anjuran untuk melaksanakannya (berpahala), namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Seperti membaca basmalah saat hendak makan, dan lain sebagainya.

Hukum taklifi yang berupa larangan juga terbagi dua:

  • Haram: dilaksanakan mendapat dosa, dan berpahala jika meninggalkannya. Seperti mencuri, membunuh, dll.
  • Makruh: terdapat anjuran untuk meninggalkannya (berpahala jika ditinggalkan), namun tidak berdosa jika dikerjakan. Seperti bersiwak setelah zuhur bagi orang-orang yang berpuasa, dan lain sebagainya.

Sisanya adalah mubah, dimana seorang mukallaf bebas menentukan pilihan antara melakasanakan dan meninggalkannya. Seperti duduk, berdiri, berbaring, dll.

Sebaliknya, hukum wad’i tidak membahas perintah, larangan, atau pilihan terhadap mukallaf, akan tetapi ia membahas keterpautan hukum antara suatu perihal dengan perihal lainnya.

Hukum wadh’i terbagi tiga, yaitu:

  • Sebab: seperti pembagian warisan berlaku setelah wafatnya si pemilik. Dalam hal ini, wafatnya si pemilik menjadi sebab berlakunya hukum waris.
  • Syarat: seperti disyaratkannya berwudhu dalam pelaksanaan shalat. Di sini, wudhu menjadi syarat untuk melaksanakan shalat.
  • Mani’ (halangan): yaitu adanya suatu hal yang menjadi penghalang terlaksananya hukum. Seperti seorang anak yang membunuh ayahnya untuk mendapat warisan. Dan pembunuhan ini menjadi penghalang baginya memperoleh warisan.

Baca selengkapnya: macam-macam pembagian hukum islam

Sumber

Ada 10 sumber hukum islam yang dikenal didunia hukum. Diantaranya ada yang disepakati, ada juga yang masih dalam perdebatan ulama.

Sumber hukum islam yang disepakati yaitu:

  • Al-qur’an
  • Hadits
  • Ijma
  • Qiyas

Yang belum disepakati yaitu:

  • Istihsan
  • Istishab
  • Syar’u man qoblana
  • Qaul shohabi
  • Maslahah mursalah
  • Urf

Asas

Asas hukum islam meliputi Asas Umum, serta Asas Hukum Pidana dan Perdata Islam.

  • Asas umum, mencakup beberapa asas yaitu asas keadilan, asas kepastian hukum, dan  asas kemanfaatan.
  • Asas Hukum Pidana Islam, mencakup asas legalitas,asas larangan memindahkan kesalahan pada orang lain, dan asas praduga tak bersalah.
  • Asas hukum perdata Islam, jumlahnya sangat banyak, diantaranya yaitu asas kebolehan / mubah, asas kemaslahatan hidup, asas kebebasan dan kesukarelaan, asas mengambil manfaat dan menolak madarat, asas kemampuan berbuat, dan lain sebagainya.

Baca selengkapnya: Uraian Lengkap Seputar Asas-Asas Hukum Islam.

Tujuan

Tujuan hukum islam secara umum terbagi tiga, yaitu:

  • Memelihara al-umûr al-Daruriyah, menjaga hal-hal primer, seperti menjaga jiwa, akal, kehormatan, harta.
  • Mewujudkan al-Umûr al-Hâjiyah, atau merealisasikan perkara-perkara sekunder yang diperlukan.  Seperti dibolehkannya berbuka puasa bagi orang sakit atau dalam perjalanan, mengqasar salat yang empat rakaat bagi musafir (orang yang dalam perjalanan), salat sambil duduk bagi orang tidak sanggup berdiri dan sebagainya.
  • Mewujudkan al-umûr al-tahsîniyyah, yaitu merealisasikan kebaikan bagi manusia. Hal-hal yang masuk dalam kategori ini pada hakikatnya kembali kepada prinsip: Memperbaiki keadaan manusia menjadi sesuai dengan tuntutan norma dan akhlak mulia.  Seperti disyari’atkan suci badan, pakaian dan tempat, menutup aurat, menjauhkan diri dari najis, berpakaian bersih dan bagus ketika pergi ke mesjid.

Baca selengkapnya: Inti tujuan hukum Islam berikut dalilnya.

____________

Referensi:

  1. Muhammad Abu Zahrah, Ushul Fiqh, Darul Fiqr, Bairut, 1908, hlm, 26 – 49.
  2. Nasrun Haroen, Ushul Fiqh, Logos Publishing House, Jakarta, 1996, hlm 224.
  3. Prof. H. Mohammad Daud Ali, S.H. Hukum Islam, Jakarta, RajaGrafindo Persada, 2015, hlm: 127-128.
  4. Mohammad Daud Ali, HukumIslam, (Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada, 1994), cet. ke-4, h. 53.
  5. Abd Al-Wahhab Khallaf, Usûl al-Fiqh, (Kairo: Maktabah al-Da’wah al-Islâmiyah, 1968), cet. ke-8. h.198.
  6. Abu Ishaq Ibrahim Al-Syatibî, Al-Muwâfaqât fî Usûl al-Ahkâm, (Beirut:
    Dâral-Fikr al-Mu’âsir, 2001), juz 2, h. 5.
  7. Jalâl al-Dîn Abd al-Rahman bin Abi Bakr al-Suyûtî, Al-Jâmi’al-Sagîr, (Beirut: Dâral-Fikr, tt), juz 1, h. 126.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.