Hiruk Pikuk Sarjana Warteg Era Milenia

Sejarah Awal terbentuknya sarjana warteg, tidak terlepas dari kebiasaan mahasiswa HES semester 5, yang sering nongkrong di warteg depan kampus.

Seiring dengan berjalannya waktu, pada tanggal 15 maret 2018 kami semua sepakat membuat perkumpulan yang di beri nama dengan sarjana warteg.

Kami lahir dari daerah yang berbeda-beda, berasal dari sekolah yang berbeda, ada juga yang lulusan dari pesantren. Rata-rata usia kami berkisar antara 20-21 tahun, dan belum ada yang menikah.

Diketuai oleh: brother anggi kurniawan,

  • wakil ketua 1 brother ahmad sulhi,
  • wakil ketua 2 brother indra kurniawan,
  • dewan penasehat ahmad rihab haqil,

Anggota-anggota yang lainnya seperti ikbal nabilah, fajrul lail, abdul sagaf , ahmad suhegi, rusli, saprudin, rahmat hidayat, ahmad saepulloh, abdul baiz, eko nugroho, muhammad, fahruddin, ahmad thobari, wiangga aditya,dan jajang.

Ada banyak sekali pendapat yang dilontarkan kepada kita, ada yang mendukung ada juga yang tidak suka dengan perkumpulan kami.

Banyak hal, banyak cerita, canda, tawa yang kita ciptakan disini, seakan akan semua itu melepaskan kita dari rasa kejenuhan yang di alami oleh setiap mahasiswa terlebih lagi kita.

Semua sudah memasuki pertengahan perkuliahan ditambah lagi kita menjalankan perkuliahan di akhir pekan yang biasanya digunakan untuk beristiharat atau berlibur bagi sebagian orang, tetapi kita menggunkannya untuk mencari ilmu.

Di tambah lagi dengan tugas-tugas yang di berikan oleh dosen, yang semakin meningkat semesternya semakin banyak.

Kami juga mempunyai slogan, yaitu :

  • ada untuk bersama, tak ada dirasakan bersama
  • teman terbaik saat sendiri adalah buku, dan sebaik-baik buku adalah pengalaman hidup
  • berani membuka halaman atau lembaran baru dalam hidupmu, maka kau sendiri pun tidak akan tahu, episode selanjutnya dalam hidupmu seperti apa
  • ga ada loe ga rame

Kegiatan sarjana warteg bukan hanya sekedar makan kumpul sambil ngopi di warteg, tetapi juga ketika kami berkumpul banyak cerita, ilmu, pengalaman hidup yang di ceritakan oleh brohter-brohter semuanya.

Kita juga dalam membuat perkumpulan bukan hanya sekedar kumpul, tetapi kita menjunjung ke solidaritas semua. Sering kali kita berkunjung ke rumah brother-brother semua, liburan bersama.

Harapan kedepannya, semoga perkumpulan ini semakin hari semakin kompak, solid, ga ada matinya.

Dan mudah- mudahan sarjana warteg akan tetap ada sampai kita semua sudah wisuda, atau sampai kita mempunyai anak dan cucu.  Aamiin..

Sekian terimakasih.

___________

Oleh: Rusli al-Fatih

Kosambi, Tangerang, Banten

One thought on “Hiruk Pikuk Sarjana Warteg Era Milenia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.