Hak Tersangka dan Terdakwa Menurut KUHAP (Pidana)

Hak tersangka dan terdakwa dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana adalah sebagai berikut:

Tersangka berhak memberikan keterangan kepada penyidik tanpa tekanan siapapun dan dalam bentuk apapun.  (Pasal 117 ayat 1 KUHAP)

Tersangka berhak mendapat pemeriksaan dan segera diajukan ke jaksa penuntut umum, terdakwa berhak untuk segera diadili oleh pengadilan. (Pasal 50 KUHAP)

Tersangka dan terdakwa berhak mengetahui dengan terang apa yang disangkakan / didakwakan kepadanya. (Pasal 51 KUHAP)

Tersangka dan terdakwa berhak memberik keterangan secara bebas kepada penyidik atau hakim. (Pasal 52 KUHAP)

Keduanya berhak mendapat bantuan juru bahasa jika tidak memahami bahasa Indonesia. Keduanya juga berhak mendapat bantuan juru bahasa jika bisu dan tuli, namun tidak dapat menulis. Akan tetapi jika mampu menulis, maka segala teguran dan keterangan di persidangan disampaikan lewat tulisan. (Pasal 53 KUHAP, lihat juga Pasal 178 KUHAP)

Tersangka dan terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari penasehat hukum yang ia pilih sendiri. (Pasal 54 & 55 KUHAP)

Jika diancam dengan sanksi pidana 5 tahun ke atas dan tidak mampu mengadakan penasehat hukum sendiri, maka keduanya berhak mendapat bantuan penasehat hukum secara cuma-cuma. (Pasal 56 KUHAP)

Tersangka / terdakwa yang dikeanakan penahanan berhak menghubungi penasehat hukumnya. Jika ia berkebangsaan asing, ia berhak menghubungi perwakilan negaranya dalam menghadapi proses perkara. (Pasal 57 KUHAP)

Keduanya yang dikenakan penahanan berhak mendapat kunjungan dokter pribadi. (Pasal 58 KUHAP)

Tersangka / terdakwa berikut keluarga dan orang yang serumah dengannya berhak mendapat pemberitahuan penahanan. (Pasal 59 KUHAP)

Tersangka / terdakwa berhak mendapat kunjungan keluarga / orang liain guna memperoleh penangguhan penahanan ataupun bantuan hukum. (Pasal 60 KUHAP)

Tersangka / terdakwa berhak medapat kunjungan keluarga atau orang lain guna kepentingan pekerjaan / keluarganya. (Pasal 61 KUHAP)

Tersangka / terdakwa berhak mengirim atau menerima surat ke/dari keluarga dan penasehat hukumnya tanpa diperiksa oleh penyidik, jaksa, hakim, atau pejabat rumah tahanan kecuali jika terdapat dugaan penyalahgunaan. (Pasal 62 KUHAP)

Keduanya berhak mengunjungi / menerima kunjungan rohaniawan. (Pasal 63 KUHAP)

Terdakwa berhak diadili di sidang pengadilan terbuka untuk umum. (Pasal 64 KUHAP)

Tersangka / terdakwa berhak menghadirkan saksi atau seseorang guna memberikan keterangan yang menguntungkan dirinya. (Pasal 65 KUHAP)

Tersangka / terdakwa tidak dibebani kewajiban pembuktian. (Pasal 66 KUHAP)

Terdakwa / jaksa berhak mengajukan banding atas putusan pengadilan tingkat pertama, kecuali putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan. (Pasal 67 KUHAP)

Tersangka / terdakwa berhak meminta ganti kerugian atau rehabilitasi. (Pasal 68 KUHAP, baca juga Pasal 95 KUHAP)

________

Sumber: Dr. Andi Hamzah, S.H., KUHP & KUHAP, Rineka Cipta, Jakarta, 2014, hlm: 255-259.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.