Mahir Berkomunikasi dengan Menguasai Petunjuk Giliran Berbicara

Percakapan merupakan bagian interaksi sosial yang melibatkan pembicara dan pendengar. Kesemuanya melakukan pertukaran informasi, serta saling berbagi pesan.

Dalam prosesnya, diperlukan sikap toleran, menghargai sesama, serta memberi kesempatan kepada lawan bicara untuk menyatakan gagasan.

Oleh karena itu, perhatikan kapan saja kita memiliki giliran berbicara agar percakapan lebih dinamis.

Petunjuk giliran berbicara

Kita tidak serta merta memotong pembicaraan, meski yang dibicarakan kurang menarik. Diperlukan kesabaran serta kejelian tentang saat-saat yang tepat kapan kita memiliki giliran.

Di sini ada beberapa petunjuk yang berguna bagi Anda untuk menanggapi lawan bicara. Simak uraiannya di bawah ini.

[su_note note_color=”#ecfaff”]Baca juga:

  1. Tips sukses menerima informasi secara efektif
  2. Cara mudah mempengaruhi orang untuk bertindak
  3. 8 Daya tarik psikologis untuk memikat orang
  4. Langkah strategis membangun persepsi dengan akurat

[/su_note]

A. Petunjuk mempertahankan giliran

Anda dapat mengkomunikasikan keinginan Anda mempertahankan pembicaraan. Dalam percakapan, Anda menggunakan filler seperti “hmm”, “mmm”, “you know”, dan lain sebagainya untuk menguasai pembicaraan. Seakan-akan Anda tidak ingin orang lain mengambil alih pembicaraan.

Kita dapat memahami bagaimana seseorang ingin mendominasi pembicaraan. Ia berbicara dengan menggebu-gebu, cepat, atau menggunakan petujuk fisik tertentu.

Bisa juga menggunakan kata-kata yang menunjukkan bahwa ia adalah superior yang hanya pantas didengar. Seperti “Aku ini bos mu”, atau “Sudah, kamu dengarkan hingga tuntas”.

B. Petunjuk mengalihkan giliran

Anda dapat memberikan isyarat kepada orang lain bahwa Anda telah selesai berbicara, dan menunggu tanggapan balik.

Sekarang tiba saatnya mendengar.

Petunjuk pengalihan bisa kita berikan dalam berberapa format. Seperti menurunkan nada bicara di kalimat-kalimat akhir, Diam sejenak sambil menunggu tanggapan, atau dengan langsung mengatakan penyataan tertentu seperti “Bagaimana menurutmu? Punya ide? Dan lain sebagainya”.

C. Petunjuk minta giliran

Sebagai pendengar, kita juga meminta giliran berbicara. Tidak semuanya harus didominasi oleh lawan bicara.

Ada beberapa petunjuk yang menjadi tanda bahwa seseorang minta giliran. Diantaranya mengacungkan tangan, menggunakan mimik (rahut wajah) tertentu.

D. Petunjuk menolak giliran

Anda juga dapat memberikan petunjuk kepada lawan bicara untuk meneruskan pembicaraan. Yaitu dengan cara menganggukan kepala, tersenyum, dan rahut muka berseri-seri. Semua itu dilakukan agar Anda dianggap memperhatikannya dengan baik. Sehingga ia akan terus berbicara dengan semangat.

Anda juga dapat mengisyaratkan keengganan memikul peran sebagai pembicara dengan mengatakan “saya tidak mau” atau “saya tidak tahu”. Atau dengan menggunakan isyarat bahwa Anda sengaja hanya ingin mendengar.

Saat orang memberikan nasehat kepada saya, saya selalu menunduk, tidak banyak gerak, dan menganguk-anggukan kepala. Biasanya dengan cara ini, orang akan terus dan terus berbicara kepada saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.