Gerak Pikiran – Penalaran untuk menyelasaikan masalah

Pikiran adalah kunci yang membedakan manusia dan selalinnya. Namun intensitas pemikiran adalah kunci yang membedakan manusia dengan manusia lain. Intensitas ini tidak lepas dari gerak pikiran (penalaran) yang ia lakukan. Semakin tinggi gerak pikiran yang ia alami, maka semaki besar daya intelektual yang ia peroleh.

Dalam statemennya, Cicero mengatakan:

“Wise men are instructed by reason; men of less understanding by experience; the most ignorant by necessity, and beasts by nature.”

Orang bijaksana diperintah oleh penalaran, orang yang kurang berpengetahuan oleh pengalaman, orang yang paling dungu oleh kebutuhan, dan hewan buas oleh alam.

Dari keterangan di atas, muncul suatu pertanyaan: bagaimana gerak pikiran manusia? Dalam buku Modern Rethoric karya Cleanth Brooks dan Robert Penn Warren diungkapkan bahwa penalaran adalah:

Process by which the mind moves from certain data (evidence) to a conclusion.

Proses pemindahan pemikiran dari fakta atau data pasti menuju kesimpulan.

Lantas bagaimana ia bergerak? Apakah bergerak sendiri? Dari sini kita jabarkan kembali bahwa gerak pikiran terbagi menjadi dua, yaitu pasif dan aktif.

Gerak Pikiran Pasif

Yaitu pikiran bebas, tidak terikat, yang berjalan tidak tentu arah tujuan. Begerak hilir mudik, menuju bergabagai arah.

Pikiran ini muncul dari perangsang internal (dari dalam) dan eksternal (dari luar) manusia. Pikiran yang muncul dari perangsang luar terjadi akibat daya tangkap panca indra. Sedangkan pikiran yang muncul dari dalam dIsebabkan oleh perasaan dan pengalaman.

Gerak Pikiran Aktif

Yaitu pikiran terikat, bergerak menuju suatu arah, dan memiliki tujuan pasti. Pikiran seperti ini di pimpin dan dibimbing guna mencapai target. Dengan kata lain, orang yang berpikiran aktif cenderung mampu berkonsentrasi pada suatu tujuan.

Dari gerak pikiran sebagaimana dikemukakan di atas, kita dapat menggabungkan keduanya dalam upaya menyelasaikan berbagai persoalan. Dengan perasaan, pengalaman, atau bahkan pengetahuan, kita dapat menelusuri problem ke berbagai segi, pikiran bebas berkelana menelusuri semua sudut. kemudian gerak pikiran tersebut kita arahkan menuju satu titik, dibimbing ke arah yang pasti, yaitu solusi dari masalah yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.