Perincian Fungsi dan Tugas Pengadilan

  • Whatsapp
fungsi dan tugas pengadilan

Sebagai lembaga yang menjadi harapan terakhir dari para pihak bersengketa, dalam memberi pelayanan hukum dan keadilan, tugas pengadilan adalah sebagai berikut:

1. Memberi pelayanan yang manusiawi dan adil kepada para pencari keadilan

Muat Lebih

Pelayanan yang manusiawi adalah pelayanan yang sesuai dengan kodrat pencari keadilan sebagai manusia yang memiliki rasio, rasa, dan karsa, serta harga diri dan keadilan. Tidak lagi membeda-bedakan satu sama lain.

Pelayanan yang adil maksudnya tidak ada lagi kecurangan hakim untuk mendukung orang yang kuat, sehingga dengan demikian, yang lemah tidak lagi berputus asa  akan keadilan hakim.

2. Memberi bantuan yang diperlukan oleh para pencari keadilan

Tugas pengadilan yang kedua, sebagai lembaga sosial, adalah memberi bantuan sesuai yang diperlukan para pencari keadilan selama dalam batas-batas yang dibenarkan oleh hukum.

Sebagaimana tertera dalam pasal 5 ayat (2) UU No. 48 tahun 2009, bahwa dalam perkara perdata, pengadilan membantu para pencari keadilan dan berusaha sekeras-kerasnya mengatasi segala hamnbatan dan rintangan untuk dapat tercapainya peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.

Bantuan tersebut diantaranya seperti:

  • Membuat surat gugatan bagi yang buta huruf (Pasal 120 HIR / Pasal 143 RBg)
  • Memberi penjelasan tentang alat bukti yang sah (Pasal 132 HIR / Pasal 156 RBg)
  • Memberi penjelasan tentang upaya hukum (Pasal 132 HIR / Pasal 156 RBg)
  • Dan lain sebagainya..

3. Memberi penyelesaian perkara secara efisien, efektif, tuntas, dan final, sehingga memberi kepuasan kepada masyarakat, khususnya kepada para pencari keadilan.

Yakni menyelesaikan sengketa, baik dengan menerima, memeriksa, dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan.

4. Memberi perlidungan hukum kepada pihak yang harus dilindungi dalam perkara.

Yaitu memberikan pengayoman, rasa aman, adil dan puas kepada para pencari keadilan.

_____________

Referensi:

Dr. Drs. H. A. Mukti Arto, S.H., M.Hum., Teori dan Seni Menyelesaikan Perkara Perdata di Pengadilan, Kencana, Depok, 2017, hlm: 16.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.