Dasar, Tempat dan Durasi Hukuman Pengasingan dalam Islam

Hukuman pengasingan ini dijatuhkan kepada pelaku yang dihawatirkan membahayakan masyarakat, atau mempengaruhi orang lain bertindak seperti dirinya. sehingga pelakunya dibuang (diasingkan)  untuk meredam pengaruh-pengaruh tersebut.

Dasar Hukuman Pengasingan

Dasar hukum sanksi pengasingan terdapat dalam surat al Maidah ayat 33 berikut:

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

Maksud “aw yunfau minal Ardh” dalam ayat di atas adalah diasingkan dari kediaman tempat tinggal si pelaku.

Meski konteks hukuman pengasingan dalam ayat diatas adalah ditujukan kepada para pelaku perampokan, dan jatuhnya sebagai had, namun dalam prakteknya, hukuman tersebut juga dapat diterapkan dalam ta’zir.

Seperti hakim menjatuhkan sanksi pengasingan kepada para waria, yang dikhawatirkan tindakannya diikuti oleh masyarakat.

Baca juga:

  1. Gambaran Umum Sejarah Peradilan Agama di Indonesia
  2. Dasar Hukum, Tata Cara dan Konsekuensi Sumpah Lian
  3. Uraian Lengkap Jenis-Jenis Hukuman dalam Islam (Uqubah)

Tempat Pengasingan

Para ulama berbeda pandangan seputar tempat yang disediakan untuk para pelaku yang diasingkan.

  • Menurut Imam Malik bin Anas, pelaku dibuang ke negeri non-islam, dijauhkan dari negeri islam.
  • Menurut Umar bin Abdul Aziz, pengasingan maksudnya diasingkan dari suatu kota ke kota yang lain.
  • Menurut Abu hanifa, pengasingan yaitu di penjara.

Durasi Pengasingan

Menurut kalangan Syafi’iyah dan Hanabilah, masa pengasingan dalam hukuman ta’zir tidak boleh lebih dari satu tahun, agar tidak melebihi masa pengasingan dalam hukuman had bagi pelaku zina, sehingga tidak bertentangan dengan hadits berikut:

من بلغ حدا في غير حد فهو من المعتدين

Barangsiapa yang menghukum mencapai hukuman had terhadap perbuatan yang bukan dalam jarimah hudud, maka dia termasuk orang yang melampaui batas.

_____

Referensi:

Drs. Makhrus Munajat, M. Hum., Hukum Pidana ISlama di Indonesia, Yogyakarta, Teras, 2009, hlm: 206-207.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.