Dasar dan Jenis Hukuman Penjara dalam Islam

Hukuman penjara dalam islam memiliki dua istilah kata, yaitu al-Habsu dan as-Sijnu. Kata al-Habsu berarti penjegahan / penahana, dalam artian menahan seseorang agar tidak bertindak melawan hukum.

Menurut Ibnu Qayyim az-Zauziyah, yang dimaksud dengan al-Habsu bukanlah menahan seseorang di tempat yang sempit, akan tetapi menahannya agar ia tidak berbuat melanggar hukum. Penahanan bisa dilaksanakan di dalam rumah, di masjid, ataupun tempat lainnya.

Penahanan di atas mulanya berlangsung pada masa Nabi dan Abu Bakar Sidiq, pada masa itu tidak ada tempat yang dikhususkan untuk menahan si pelaku jarimah. Namun seiring perkembangan wilayah kekuasaan islam, khalifah Umar bin Khatab membeli rumah milik Shafwan bin Umayah seharga 4000 dirham untuk dijadikan tempat penahanan para pelaku kejahatan.

Dasar Hukuman Penjara

Dasar hukum sanksi penjara dalam islam terdapat dalam surat an-Nisa ayat 15.

وَاللَّاتِي يَأْتِينَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوا عَلَيْهِنَّ أَرْبَعَةً مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ شَهِدُوا فَأَمْسِكُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّاهُنَّ الْمَوْتُ أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلًا

Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumahsampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.

Ayat diatas membicarakan tentang hukuman pelaku zina di masa awal dakwah Islam. Pelaku ditahan hingga meninggal dunia. Namun dalam perkembangan berikutnya, ayat tersebut di-nasikh (tidak diberlakukan) dengan turunnya surat an-Nur ayat 2, yang menyatakan bahwa pelaku zina harus didera 100 kali cambukan.

Baca: Ketentuan Sanksi Zina dalam Islam dan KUHP

Jenis Hukuman Penjara

Perlu diketahui, hukuman penjara termasuk bagian dari hukuman ta’zir. Negara / hakim diberi kewenangan menentukan batas dan mekanisme pelaksanaannya.

Jika ditinjau dari waktunya, ada dua jenis hukuman penjara. Yaitu penjara terbatas, dan penjara tidak terbatas.

1. Penjara terbatas

Yaitu hukuman penahanan dimana durasinya ditentukan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya penjara satu tahun, dua tahun, dan lain sebagainya.

Batas minimal lamanya hukuman penjara tidak tetapkan dalam syariah. Semua itu diserahkan kepada negara/hakim untuk merumuskannya. Adapun batas maksimalnya adalah hingga si pelaku meninggal dunia, sebagaimana diterangkan di bawah.

2. Penjara tidak terbatas

Adalah hukuman penahanan hingga si pelaku meninggal dunia.

Hukuman penjara tidak terbatas ini diterapkan kepada pelaku kejahatan luar biasa. Seperti kepada seorang yang menahan korban di suatu tempat agar dibunuh oleh orang ketiga.

_____

Referensi:

Drs. Makhrus Munajat, M. Hum., Hukum Pidana ISlama di Indonesia, Yogyakarta, Teras, 2009, hlm: 201-205.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.