Arti, Tujuan dan Contoh Kodifikasi hukum

Pada artikel sebelumnya, dijabarkan bagaimana pembagian hukum. Dan di dalamnya disebutkan kodifikasi hukum seara sekilas.

Adapun maksud penulisan artikel ini adalah untuk menguraikan arti dan tujuan kodifikasi hukum secara spesifik, serta contoh-contoh kodifikasi yang dapat memudahkan Anda memahaminya.

Pengertian

Kodifikasi artinya pembukuan, yakni pembukuan kitab undang-undang yang tersusun secara sistematis dan lengkap, yang memuat jenis hukum tertentu.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat difahami bahwa kodifikasi memuat tiga unsur, yaitu:

  • Sistematis
  • Lengkap
  • Memuat hukum tertentu

Tujuan

Secara garis besarnya, tujuan kodifikasi hukum adalah sebagai berikut:

  • Untuk memperoleh Kepastian hukum
  • Untuk menyederhanakan hukum
  • Untuk membentuk kesatuan hukum

Contoh

Secara umum, berdasarkan pembentukannya, hukum dibagi menjadi dua, yaitu hukum tertulis, dan hukum tidak tertulis.

Hukum tertulis yaitu hukum yang tercantum dalam berbagai peraturan  / perundang-undangan. Hukum tertulis ini tebagi menjadi dua jenis, yaitu hukum tertulis terkodifikasi, dan hukum tertulis tidak terkodifikasi.

Hukum yang terkodifikasi tersusun secara sistematis dan lengkap. Contoh kodifikasi hukum diantaranya:

  • Di eropa: Corpus Luris Civilis yang disusun pada masa Kaisar Justinianus di Kerajaan Romawi Timur tahun 527-565, dan Code Civil yang disusun pada masa kaisar Napoleon di Francis tahun 1604.
  • Di Indonesia: Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Kitab Udang-Undang Hukum Perdata

Sedang hukum tidak terkodifikasi hanya ditorehkan dalam lembaran-lembaran, seperti Kompilasi Hukum Islam, Undang-undang Peradilan Agama, dan lain sebagainya.

Hukum tidak tertulis yaitu hukum yang bersifat hidup di tengah masyarakat, diyakini dan ditaati mereka. Seperti yang terjadi pada hukum adat.

____________

Referensi:

Drs. C.S.T. Kansil, S.H., Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1980, hlm: 70.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.