Jenis dan Fungsi Akta Catatan Sipil

Ada beberapa peristiwa hukum untuk memastikan status perdata seseorang yang memerlukan pencatatan, diantaranya Kelahiran, Perkawinan, Kematian, Penggantian nama, dan lain-lain. Semua itu dicatat dalam Akta Catatan Sipil.

Tujuan pencatatan ini adalah untuk mendapat kepastian hukum tentang status perdata seseorang yang mengalami peristiwa hukum.

Lembaga

Catatan sipil adalah lembaga yang bertujuan untuk mengadakan pendaftaran, pencatatan, dan pembukuan dengan lengkap dan jelas, serta memberi kepastian hukum tentang peristiwa yang meliputi kelahiran, perkawinan, kematian, dan penggantian nama.

Baca juga artikel berikut:

Fungsi

Adapun fungsi akta catatan sipil adalah:

  • Menentukan status hukum seseorang
  • Menjadi alat bukti dipersidangan
  • Memberi kepastian hukum
  • Menghimpun tertib administrasi kependudukan
  • Menjadi data dalam perencanaan pembangunan
  • Pengawasan dan pengendalian orang asing yang datang ke Indonesia.

Prosedur

Prosedur pencatatan akta adalah sebagai berikut:

  • Surat pencatatan dibuat oleh pihak yang berwenang menangani atau mengeluarkannya. Biasanya pihak yang terlibat meliputi: RT, RW, Kelurahan/Pemerintah Desa, Kecamatan.
  • Surat tersebut dibawa ke kantor catatan sipil untuk dicatat atau didaftarkan dalam buku akta
  • Bila peristiwa hukum telah terjadi dalam kurun waktu yang lama diperlukan putusan hakim.

Jenis akta catatan sipil

Ada beberapa jenis akta catatan sipil, diantaranya:

  1. Akta kelahiran
  2. Akta perkawinan
  3. Akta perceraian
  4. Akta pengakuan dan pengesahan anak
  5. Akta kematian

______

Referensi:

Neng Yani Nurhayani, S.H., M.H., Hukum Perdata, Bandung, Pustaka Setia, 2015, hlm: 105-107.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.