4 Cara Sederhana Belajar Bersikap Dewasa

Bersikap dewasa merupakan cara bertindak dengan menggunakan pola pikir yang matang, serta dengan mengendalikan emosi sebaik mungkin. Karenanya, bersikap dewasa sangat dibutuhkan terutama saat menghadapi berbagai masalah. Pola pikir yang matang tidak hanya dilihat dari sudut usia seseorang, karena terkadang usia tua belum tentu menjamin kematangan dan kedewasaan seseorang.

Perlu diketahui, yang harus diterapkan untuk mengukur sikap dewasa adalah tidak hanya dari segi pola pikir, tetapi juga dari aspek pengendalian emosi yang harus terkontrol. Semakin seseorang mampu mengendalikan emosinya, maka semakin bagus  tingkat kedewasaannya. Ini berarti, seseorang mampu memilah sesuatu yang banyak manfaatnya, sedikit, atau bahkan yang sama sekali tidak. Oleh karena itu, keseimbangan antara pola pikir dan pengendalian emosi menentukan bagaimana kita bersikap dewasa.

Apakah belajar bersikap dewasa itu mudah?  Dapat ditebak, sobat akan mengatakan “tidak” bukan? Yah memang belajar bersikap dewasa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terkadang harus mengalami persoalan hidup terlebih dahulu. Karena semakin rumit persoalan dalam realita hidup seseorang, tentu akan semakin membutuhkan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan yang ekstra.

Mengapa saya mengatakan membutuhkan 3K (kesabaran, ketabahan dan keikhlasan) yang ekstra? Karena saat seseorang sedang diterpa permasalahan hidup, kebanyakan dari mereka  tidak sabar menghadapinya, dan lebih memilih lari dari kenyataan. Jadi, bersikap dewasa itu adalah pilihan, dan proses menuju kematangan sikap ini tidak dapat diraih secara spontan, namun harus ditempuh selangkah demi selangkah.

Belajar Bersikap Dewasa dengan 4 Cara Sederhana

Tahukah anda? Belajar bersikap dewasa itu sangat penting dalam kehidupan. Lebih-lebih bagi seorang leader yang harus memimpin banyak orang. Pasti lucu jika orang-orang menganggap kita masih kekanak-kanakkan, apalagi usia sudah diatas 20. Karenanya, untuk melatih kedewasaan, lakukan 4 cara berikut:

1. Bersikap jujur terhadap diri sendiri, kemampuan dan keterbasan

Kejujuran yang kita lakukan terutama terhadap diri sendiri memungkinkan untuk belajar menghargai dan menerima apa yang ada pada kita, termasuk kemampuan dan keterbatasan yang kita miliki.

2. Mengendalikan emosi

Ketika sedang berbicara maupun mengambil keputusan, sebaiknya bersikap dengan tenang, tanpa tergesa-gesa. Mengapa? Karena sikap emosional hanya akan memperburuk keadaan. Namun harus diingat, mengendalikan emosi tidak sama dengan menahan emosi. Sebab emosi tidak dapat ditahan, melainkan dikendalikan. Apabila menahan emosi, maka suatu saat emosi itu akan keluar lebih besar dan bisa jadi tak terkendali. Seperti halnya balon yang menahan angin yang masuk kedalamnya dan pada akhirnya meletus.

3. Bertanggung jawab terhadap setiap tindakan dan perkataan

Melarikan diri dari masalah dan berbicara sembarangan tanpa memerdulikan akibatnya, itu bukan merupakan sifat bertanggungjawab.  Menurut opini saya, kita bisa belajar bertanggungjawab dari hal yang kecil.

4. Bersikap terbuka

Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain dan mengambil pelajaran darinya. Pengalaman ini seperti tentang bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik, meninggalkan sifat egois, peduli terhadap orang-orang sekitar, dan mau menerima kritik dan saran dari siapapun.

Berdasarkan penjelasan di atas, saya simpulkan bahwa belajar bersikap dewasa itu harus dilalui sedikit demi sedikit, konsisten, dan tahan uji, sedangkan usia hanyalah sebagai pendukung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.